Senin, 09 Mei 2022 13:17 WIB

Seribuan Sapi di Jatim Kena Penyakit Kuku dan Mulut, Bisa Menular ke Manusia?

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Sejumlah hewan ternak milik warga yang berada di area rawan bencana Merapi dievakuasi ke kandang komunal. Lokasi kandang itu ada di dekat barak pengungsi Merapi Ilustrasi sapi ternak (Foto: Jauh Hari Wawan S/Detikcom)
Jakarta -

Sebanyak 1.247 ekor sapi ternak di Jawa Timur terserang penyakit kuku dan mulut. Kondisi ini pun memunculkan kekhawatiran akan penularan kepada manusia.

Menanggapi hal tersebut, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama menyebutkan penyakit mulut dan kuku (PMK) atau Foot and Mouth Disease (FMD) merupakan penyakit hewan yang tidak menular pada manusia. Penyakit tersebut bukanlah masalah kesehatan masyarakat, sepenuhnya masalah kesehatan hewan.

Meski ada laporan penularan pada manusia berdasarkan European CDC pada 2012 yang berjudul 'Transmission of Foot and Mouth disease to humans visiting affected areas', tetapi itu sangat jarang terjadi.

"Tetapi itu adalah sangat jarang dan hanya terjadi pada mereka yang betul-betul kontak langsung," kata Prof Tjandra dalam keterangan yang diterima detikcom, Senin (9/5/2022).

Lebih lanjut Prof Tjanda menjelaskan, memang terkadang ada yang keliru menghubungkan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan dengan Penyakit Tangan Kaki dan Mulut (PTKM) atau Hand Foot Mouth Disease - HFMD pada anak dan bayi. Namun, kedua penyakit tersebut tidak berhubungan sama sekali dan penyebab virusnya pun berbeda.

Dijelaskan bahwa PTKM pada anak dan bayi disebabkan oleh enterovirus 71. Sementara PMK pada hewan disebabkan oleh Aphthovirus yang merupakan bagian dari Picornaviridae dan ada 7 strainnya yakni A, O, C, SAT1, SAT2, SAT3, dan Asia1).

"Penyakit Tangan Kaki dan Mulut (PTKM) pada anak dan bayi ditandai dengan demam; munculnya rash (ruam pada kulit) dan blister (benjolan kecil) di telapak kaki, tangan, dan mukosa mulut, cenderung tidak nafsu makan, malaise, dan nyeri tenggorok," terangnya.

"Biasanya, setelah satu atau dua hari setelah demam, timbul keluhan nyeri di mulut dimulai dari blister sampai kemudian menjadi mucus. Lesi dapat terjadi pada lidah, gusi atau bagian dalam mulut lainnya."

Kemudian, penyakit kaki dan mulut (PTKM) pada anak dan bayi bukanlah penyakit berat dan bisa sembuh dalam 7 hingga 10 hari dengan pengobatan yang bersifat suportif.

"HFMD akibat EV 71 juga dapat menyebabkan meningitis dan bahkan encephalitis. Infeksi EV 71 bermula dari saluran cerna yang kemudian menimbulkan gangguan neurologik. Selain itu, HFMD akibat coxsackievirus A16 juga dapat menyebabkan meningitis," tutupnya.



Simak Video "5 Provinsi RI dengan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Terbanyak"
[Gambas:Video 20detik]
(any/up)