Selasa, 10 Mei 2022 15:03 WIB

Calon Pasangan Berisiko Turunkan Thalassemia, Haruskah Batal Nikah?

Firdaus Anwar - detikHealth
ilustrasi pasangan sedih Foto ilustrasi: Thinkstock
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyarankan para pasangan yang akan menikah sebaiknya cek genetik untuk risiko penyakit keturunan thalassemia/talasemia. Bila kedua pasangan memiliki risiko, maka penyakit ini dapat menurun ke calon anak kelak dan tidak bisa disembuhkan.

Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kemenkes RI, dr Elvieda Sariwati, MEpid, mengatakan anak dengan thalassemia akan membutuhkan transfusi darah rutin seumur hidup. Ini karena tubuhnya tidak dapat memproduksi sel darah merah yang normal.

Lalu bagaimana bila kedua pasangan ternyata diketahui membawa gen risiko talasemia?

dr Elvieda mengatakan pada akhirnya memang dokter atau otoritas kesehatan tidak bisa menghentikan pernikahan. Hanya saja dengan pemeriksaan, pasangan sudah bisa mengetahui risiko calon anak kelak dan bersiap untuk menghadapinya.

"Memang salah satu cara mencegahnya adalah begitu (batal menikah -red). Kita hanya mengimbau jika memang ada pembawa sifat thalassemia tidak menikah dengan sesama pembawa sifat," kata dr Elvieda dalam konferensi pers Kementerian Kesehatan, Selasa (10/5/2022).

"Kalaupun memang harus menikah, di konseling itu akan ditawarkan alternatifnya tidak memiliki anak. Karena itu tadi menghindari anak lahir dengan thalassemia mayor dari kedua orang tuanya yang mempunyai thalassemia minor," pungkasnya.



Simak Video "Cegah Thalassemia Lewat Deteksi Sedini Mungkin"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/naf)