Fakta Penyempitan Jantung, Diidap Adik Gus Dur Lily Wahid Sebelum Meninggal

ADVERTISEMENT

Fakta Penyempitan Jantung, Diidap Adik Gus Dur Lily Wahid Sebelum Meninggal

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Selasa, 10 Mei 2022 20:31 WIB
Lily Chodidjah Wahid (dok detikcom)
Foto: Lily Chodidjah Wahid (dok detikcom)
Jakarta -

Lily Wahid, adik Presiden ke-4 Indonesia Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dikabarkan meninggal dunia pada Senin (9/5/2022) pukul 16.28 WIB, setelah dirawat di Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Sebelum meninggal, Lily diketahui tengah menjalani perawatan intensif di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta lantaran mengalami penyempitan jantung.

"Ibu ada penyempitan di jantung, sudah dipasang stent, dan berhasil. Setelah itu, kena infeksi paru. Karena faktor usia dan termasuk komorbid, Ibu dirawat intensif," kata putri Lily, Nungki, Jumat (6/5), dikutip dari CNN.

Berkaca dari kondisi yang sempat diidap Lily, apa sih itu penyempitan jantung?

Dikutip dari Mayo Clinic, penyempitan jantung disebabkan oleh penumpukan lemak atau plak, kolesterol, dan zat lain di dalam dinding arteri. Istilah lainnya disebut aterosklerosis.

Meskipun aterosklerosis sering dianggap sebagai masalah jantung, kondisi ini juga dapat mempengaruhi arteri mana saja di dalam tubuh. Menerapkan gaya hidup sehat sangat membantu untuk mencegah penyakit ini.

Gejala aterosklerosis

Aterosklerosis ringan biasanya tidak memiliki gejala apapun. Seseorang biasanya tidak akan mengalami gejala aterosklerosis sampai arteri mengalami penyempitan atau tersumbat.

Adapun gejala aterosklerosis sedang hingga berat tergantung pada arteri mana yang terpengaruh. Sebagai contoh:

  • Jika memiliki aterosklerosis di arteri jantung, seseorang mungkin memiliki gejala, seperti nyeri dada atau tekanan (angina).
  • Jika memiliki aterosklerosis di arteri yang mengarah ke otak, seseorang mungkin memiliki tanda dan gejala seperti mati rasa atau kelemahan tiba-tiba pada lengan atau kaki, kesulitan berbicara atau bicara tidak jelas, kehilangan penglihatan sementara pada satu mata, atau otot-otot yang terkulai di wajah.
  • Jika memiliki aterosklerosis di arteri di lengan dan kaki, seseorang mungkin memiliki tanda atau gejala penyakit arteri perifer, seperti nyeri kaki saat berjalan (klaudikasio) atau penurunan tekanan darah pada anggota tubuh yang terkena.
  • Jika memiliki aterosklerosis di arteri yang menuju ke ginjal, seseorang mungkin mengalami tekanan darah tinggi atau gagal ginjal.


Simak Video "Bahaya Termakan Love Bombing, Bisa Ragu pada Diri Sendiri"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT