Kamis, 12 Mei 2022 14:35 WIB

Tak Lagi Dicatat di Buku KIA, Imunisasi Anak Bakal Terekam di PeduliLindungi

Firdaus Anwar - detikHealth
Sejumlah kader posyandu berjalan menuju rumah warga di Rorotan, Jakarta Utara. Foto ilustrasi: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Jakarta -

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan program imunisasi anak nasional di Indonesia akan segera menjalani digitalisasi. Nantinya rekam jejak imunisasi anak akan terekam secara digital di PeduliLindungi, tidak lagi dicatat secara manual di buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Sistem dijelaskan akan mirip seperti pendataan vaksin COVID-19. Anak-anak yang sudah mendapat vaksinasi wajib akan tercatat di PeduliLindungi dan mendapat sertifikat.

Dampaknya rekam jejak imunisasi akan lebih mudah disimpan. Hal ini disebut Menkes Budi bisa memudahkan anak-anak saat akan bersekolah karena beberapa instansi ada yang meminta rekam jejak imunisasi anak.

"Sebelumnya data imunisasi digital ini kan belum ada di kita, data di Kemenkes juga sifatnya agregat akumulasi. Laporan detail ada di masing-masing fasilitas kesehatan yang melakukan imunisasi," kata Menkes Budi dalam konferensi pers Bulan Imunisasi Anak Nasional, Kamis (12/5/2022).

"Sehingga akibatnya kalau yang bersangkutan pindah sekolah atau kota akan mengalami kesulitan. Unless yang bersangkutan memegang buku (KIA -red), tapi pengalaman kami buku KIA itu enggak selalu bisa disimpan sampai dewasa," lanjutnya.

Tidak dijelaskan lebih rinci kapan digitalisasi program imunisasi ini akan diterapkan. Menkes Budi hanya menyebut sistemnya sedang disiapkan.

"Sekarang sedang dalam persiapan. Mudah-mudahan saat kita launching dan vaksinasi diberikan sudah siap," pungkas Menkes Budi.



Simak Video "Data Imuniasasi Anak Akan Terekam di PeduliLindungi"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/naf)