Kamis, 12 Mei 2022 16:47 WIB

Mengenal Sinusitis: Penyebab, Tipe, dan Pengobatannya

Rosiana Muliandari - detikHealth
sinusitis Sinusitis. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Sinusitis merupakan sebuah peradangan pada sinus yang dapat menyebabkan sinus tersumbat dan berisi cairan. Sinus sendiri merupakan ruang kosong di dalam tulang di antara mata, di belakang tulang pipi, dan di dahi.

Sinus berguna untuk membuat lendir, yang membuat bagian dalam hidung lembab sehingga terlindung dari debu, alergen, dan polutan. Sinus yang sehat diisi dengan udara. Tetapi ketika tersumbat, kuman dapat tumbuh dan menyebabkan infeksi.

Penyebab Sinusitis

Utamanya, sinusitis disebabkan karena virus, bakteri, atau jamur yang memicu pembengkakan dan menyumbat sinus. Mengutip Cleveland Clinic, beberapa penyebab spesifik sinusitis adalah sebagai berikut:

  • Flu biasa
  • Alergi hidung dan musiman, termasuk alergi terhadap jamur
  • Septum (garis tulang rawan yang membagi hidung) menyimpang. Septum yang menyimpang berarti tidak lurus, sehingga lebih dekat ke saluran hidung di satu sisi hidung, menyebabkan penyumbatan
  • Sistem kekebalan yang lemah dari penyakit atau obat-obatan
  • Bagi bayi dan anak kecil, risiko mereka terjangkit sinusitis antara lain adalah karena menghabiskan waktu di penitipan anak atau menggunakan dot atau botol minum sambil berbaring. Untuk orang dewasa, merokok meningkatkan risiko infeksi sinus.

Tipe Sinusitis

Umumnya, terdapat empat tipe sinusitis, yaitu:

Sinusitis akut

Biasanya tipe ini dimulai dengan gejala seperti pilek seperti pilek, hidung tersumbat, dan nyeri wajah. Sinusitis akut mungkin mulai tiba-tiba dan berlangsung selama 2 hingga 4 minggu.

Sinusitis subakut

Biasanya berlangsung selama 4 sampai 12 minggu.

Sinusitis kronis

Terdapat juga gejala tambahan seperti hidung tersumbat, nyeri atau tekanan wajah, dan penurunan indra penciuman yang dapat berlangsung selama 12 minggu atau lebih.

Sinusitis berulang

Tipe sinusitis ini adalah saat gejala muncul kembali empat kali atau lebih dalam satu tahun dan berlangsung kurang dari dua minggu setiap kali.

Gejala Sinusitis

Mengutip John Hopkins Medicine, gejala sinusitis dapat beragam tergantung usia seseorang.

Gejala sinusitis pada anak antara lain adalah pilek yang berlangsung lebih dari 7 sampai 10 hari yang dapat berwarna hijau, kuning kental, atau jernih. Gejala lainnya adalah batuk di malam hari, sesekali batuk di siang hari, dan pembengkakan di sekitar mata.

Bagi remaja dan dewasa, beberapa gejala sinusitis adalah:

  • Gejala pilek atau pilek yang berlangsung lebih dari 7 hingga 10 hari
  • Keluhan tenggorokan menetes dari hidung
  • Sakit kepala
  • Sakit wajah
  • Bau mulut
  • Batuk
  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Pembengkakan di sekitar mata, lebih buruk di pagi hari

Pengobatan Sinusitis

Pengobatan sinusitis dicocokkan dengan seberapa parah kondisi sinusitis yang sedang dialami. Jika memiliki gejala yang ringan, sinusitis dapat diobati secara mandiri dengan menggunakan obat-obatan flu dari apotek, membilas hidung dengan air garam, dan meminum cairan.

Namun, jika gejala sinusitis tidak membaik setelah 10 hari, dianjurkan untuk pergi ke dokter. Biasanya, dokter akan memberikan antibiotik, dekongestan oral atau topikal, dan semprotan steroid intranasal sesuai resep.

Pencegahan Sinusitis

Tidak ada cara khusus untuk mencegah sinusitis. Meski begitu, mengutip WebMD, beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah sinusitis antara lain adalah:

  • Tidak merokok dan hindari asap rokok orang lain
  • Rajin mencuci tangan dan tidak menyentuh wajah
  • Jauhi hal-hal yang dapat memicu alergi.


Simak Video "Terlanjur Terikat Asmara Antar Saudara, Dokter: "Saling Jujur Situasinya""
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)