Kamis, 12 Mei 2022 19:45 WIB

Pakar Yakin Vaksin COVID-19 Bukan Biang Kerok Hepatitis Misterius, Ini Alasannya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Hepatitis word from wooden blocks on desk Foto: Getty Images/iStockphoto/Piotrekswat
Jakarta -

Hingga kini, penyebab hepatitis misterius menyerang anak-anak di sejumlah negara termasuk RI belum terkuak. Salah satu dugaan yang beredar, penyakit misterius ini berkaitan dengan efek vaksin COVID-19. Namun pakar meluruskan, hal tersebut tak benar lantaran sebagian besar pasien hepatitis misterius adalah anak berusia lima tahun ke bawah yang belum bisa divaksin COVID-19.

"Sampai saat ini kita melihat bahwa kasus hepatitis akut dengan gejala berat yang tidak diketahui penyebabnya ini tidak berhubungan dengan vaksin COVID-19," tegas spesialis mikrobiologi klinik konsultan Dr dr Budiman Bela, SpMK (K) dari Departemen Mikrobiologi FKUI RSCM, dalam webinar 'Kesehatan Infeksi Emerging: Hepatitis Akut Berat yang Belum Diketahui Penyebabnya', Kamis (12/5/2022).

"Khususnya anak yang terkena sebagian besar tidak menerima vaksin COVID-19. Usianya sebagian besar di bawah lima tahun, dan ini tidak memenuhi persyaratan untuk vaksin COVID-19, jadi tidak eligible," sambungnya.

Terdapat juga dugaan bahwa penyakit misterius ini disebabkan oleh adenovirus strain 41. Mengingat sejumlah vaksin COVID-19 yakni Johnson & Johnson dan AstraZeneca berbasis adenovirus, dr Budiman meluruskan kedua vaksin tersebut menggunakan jenis adenovirus berbeda dengan strain 41.

"Adenovirus yang dikaitkan dengan sebagian besar kasus hepatitis berat dengan penyebab tidak diketahui ini adalah adenovirus tipe 41 dan ini berbeda dari vektor adenovirus yang digunakan dalam beberapa vaksin COVID-19 yaitu Johnson & Johnson merupakan adenovirus tipe 26 dan AstraZeneca berbasis ChAdox1," pungkasnya.



Simak Video "Dua Dugaan Penyebab Hepatitis Akut Misterius"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/fds)