Jumat, 13 Mei 2022 13:48 WIB

Sakit Kepala: Penyebab, Pengobatan, Hingga Pencegahannya

Rosiana Muliandari - detikHealth
Ilustrasi seorang wanita yang mengalami sakit kepala Foto ilustrasi: Thinkstock
Jakarta -

Sakit kepala merupakan suatu kondisi saat berbagai area di kepala merasakan rasa sakit yang tajam atau sensasi berdenyut. Kondisi ini juga merupakan salah satu kondisi nyeri atau sakit paling umum di dunia.

Penyebab Sakit Kepala

Sebuah cara untuk mengetahui penyebab sakit kepala adalah dengan mengetahui tipe sakit kepala yang sedang dialami. Mengutip dari Cleveland Clinic, terdapat lebih dari 150 jenis sakit kepala. Meski begitu, sakit kepala terbagi ke dalam dua tipe yaitu:

Sakit Kepala Primer

Tipe sakit kepala ini merupakan tipe yang paling umum. Hal ini dikarenakan, umumnya, tipe sakit kepala ini tidak disebabkan oleh kondisi medis lainnya. Biasanya, tipe sakit kepala ini dapat disebabkan oleh stres atau jadwal tidur yang buruk.

Beberapa sakit kepala yang termasuk ke dalam tipe ini adalah migrain, sakit kepala cluster atau berpola, sakit kepala tegang, dan sakit kepala persisten harian baru (NDPH).

Sakit Kepala Sekunder

Berbeda dengan tipe sebelumnya, tipe sakit kepala sekunder biasanya disebabkan atau terkait dengan kondisi medis lainnya. Beberapa kondisi medis tersebut adalah seperti cedera kepala, penyakit pembuluh darah di otak, hipertensi, sakit kepala karena sinusitis, hingga tumor.

Gejala Sakit Kepala

Gejala sakit kepala berbeda-beda dan tergantung dengan jenis sakit kepala yang sedang dirasakan. Berikut beberapa sakit kepala yang umum dan gejalanya:

Sakit kepala tegang

Rasa sakit yang konsisten tanpa sensasi berdenyut, sakit yang ringan hingga sedang, terjadi di dua sisi kepala, dan dapat menjadi lebih parah saat melakukan aktivitas sehari-hari.

Migrain

Rasa sakit yang sedang hingga parah, mual atau muntah, nyeri yang berdenyut, rasa sakit yang berlangsung selama 4 jam hingga 3 hari, sensitivitas kepada cahaya, suara atau bau, dan sakit perut.

Sakit kepala cluster

Muncul dengan pola tertentu, nyeri yang intens dengan sensasi terbakar atau menusuk, nyeri terus berada di belakang salah satu mata atau di daerah mata, dan berdenyut atau konstan.

Sakit kepala persisten harian baru (NDPH)

Datang tiba-tiba dan berlangsung selama lebih dari tiga bulan, biasanya menyerang orang-orang yang jarang sakit kepala, konstan dan gigih tanpa mereda, terletak di kedua sisi kepala, dan tidak responsif terhadap obat.

Pemicu Sakit Kepala

Berbagai jenis kepala dapat dipicu oleh beberapa faktor lainnya seperti diet, aktivitas, dan lingkungan sekitar. Mengutip Healthline, beberapa faktor pemicu yang umum adalah:

  • Aktivitas sehari-hari
  • Alkohol
  • Alergi atau sinusitis
  • Faktor-faktor suara, visual, dan bau
  • Kondisi mental seperti rasa marah, takut, dan cemas
  • Makanan dan minuman tertentu
  • Hormon
  • Trauma
  • Obat-obatan
  • Jadwal tidur yang berubah

Pengobatan Sakit Kepala

Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengobati atau meredakan sakit kepala, dari pengobatan rumahan hingga resep dari dokter. Namun, pengobatan utama sakit kepala yang mudah dilakukan adalah dengan istirahat yang cukup dan mengonsumsi obat sakit kepala.

Mengutip dari Medical News Today, beberapa cara pengobatan rumahan yang dapat dicoba adalah:

  • Menghindari pemicu stres
  • Mengonsumsi makanan secara reguler atau sesuai jadwal biasanya
  • Memastikan mendapatkan tidur yang cukup
  • Olahraga secara teratur
  • Istirahat saat bekerja untuk meregangkan dan mencegah ketegangan mata

Pencegahan Sakit Kepala

Kunci untuk mencegah sakit kepala adalah mencari tahu apa yang memicunya. Pemicunya sangat spesifik dan berbeda-beda untuk setiap orang. Setelah menentukan pemicu, tentunya, disarankan untuk menghindari atau meminimalkannya.



Simak Video "Mujarab! Ramuan Rempah Ini Bisa Atasi Migrain"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)