Minggu, 15 Mei 2022 04:59 WIB

Kena COVID-19 Harus Isolasi, Hepatitis Kok Nggak? Dokter Ungkap Bedanya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Hepatitis word from wooden blocks on desk Hepatitis (Foto: Getty Images/iStockphoto/Piotrekswat)
Jakarta -

Anggota komite ahli hepatitis Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), Prof Dr dr Rino Alvani Gani, SpPD-KGEH, mengungkap bahwa hepatitis biasa, seperti hepatitis A, B, dan C umumnya tak perlu melakukan isolasi.

Pasalnya, penyakit tersebut sudah dikenali sehingga cukup menjaga sanitasi dan hygiene untuk mencegah penularannya.

"Saya kira saat ini tidak lagi perlu dalam melakukan isolasi tersebut untuk hepatitis. Oleh karena hepatitis yang biasa itu kita sudah kenal, hepatitis B, hepatitis C, kita tidak perlu lakukan isolasi. Hepatitis A pun tidak perlu dilakukan isolasi, yang penting adalah menjaga sanitasi dan hygiene kita," tuturnya dalam webinar virtual, Sabtu (14/5/2022).

Begitu juga untuk hepatitis akut misterius sampai saat ini tidak ada penerapan isolasi. Hanya saja penting untuk melakukan upaya-upaya pencegahan, seperti cuci tangan, menjaga kebersihan makan dan minum, hingga menggunakan masker.

"Untuk hepatitis akut yang misterius saat ini sampai saat ini kita tidak juga melakukan isolasi, hanya upaya-upaya, seperti cuci tangan, menjaga kebersihan makanan dan minuman, dan menggunakan masker. Itu harus diterapkan. Sehingga diharapkan bisa mencegah terjadinya penularan dari hepatitis," lanjutnya.



Simak Video "Kemenkes Sebut Hepatitis Akut Misterius Tak Akan Sebesar Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)