Senin, 16 Mei 2022 09:10 WIB

Presiden China Xi Jinping Dilaporkan Idap Aneurisma Otak, Kondisi Apa Itu?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Chinese President Xi Jinping attends the commemoration of the 110th anniversary of the Xinhai Revolution which overthrew the Qing Dynasty and led to the founding of the Republic of China, at the Great Hall of the People in Beijing on October 9, 2021. (Photo by Noel Celis / AFP) Foto ilustrasi: AFP/NOEL CELIS
Jakarta -

Presiden China Xi Jinping disebut mengidap aneurisma otak yang membuat kondisi kesehatannya semakin menurun setiap hari. Hal ini membuat rumor penurunan jabatannya semakin masif di China.

Kantor berita ANI melaporkan Xi Jinping dilarikan ke rumah sakit setelah dokter melihat ada pembuluh darah yang menonjol di otaknya. Namun, ia memilih tak menjalani operasi. Alih-alih, pria berusia 68 tahun itu melakukan pendekatan pengobatan tradisional.

Selama ini, kesehatan Xi selalu menjadi rahasia yang dijaga ketat.

Kabar mengenai kondisi kesehatannya ini sudah muncul ketika Xi Jinping tidak menghadiri pertemuan dengan para pemimpin asing sejak merebaknya virus corona Covid-19 hingga tiba Olimpiade Musim Dingin Beijing.

Dikutip dari Mayo Clinic, aneurisme otak yang diderita Xi Jinping adalah kondisi ketika tonjolan terbentuk di salah satu pembuluh darah otak.

Aneurisma otak dapat bocor atau pecah, menyebabkan pendarahan ke otak atau stroke hemoragik. Paling sering, aneurisma otak pecah terjadi di ruang antara otak dan jaringan tipis yang menutupi otak.

Biasanya, seseorang tidak akan mengalami gejala sampai aneurisma otak pecah. Sebagian besar aneurisma otak tidak memiliki gejala dan berukuran kecil.

Beberapa gejala yang muncul jika pembuluh darah pecah antara lain:

  • Sakit kepala yang hebat
  • Leher kaku
  • Mual dan muntah
  • Sakit pada mata
  • Kehilangan kesadaran


Simak Video "Ini Ternyata Tanda-tanda Stroke"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)