Selasa, 17 Mei 2022 17:45 WIB

Jokowi Tak Lagi Wajibkan Masker di Luar Ruang, Dokter Paru Angkat Bicara

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Jakarta -

Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan pelonggaran penggunaan masker. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dan tidak padat orang, diperbolehkan tidak menggunakan masker.

Menanggapi keputusan ini, spesialis paru-paru Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K) menegaskan untuk tetap memakai masker bila berada di tempat umum dan keramaian.

"Kalau tidak berada dikerumunan mungkin sudah bisa mengingat jumlah kasus yg sudah melandai. Tapi bila di tempat umum dan keramaian sebaiknya tetap pakai masker," beber dr Erlina pada detikcom, Selasa (17/5/2022).

Presiden Jokowi pada Selasa (17/5/2022) mengumumkan pelonggaran kebijakan memakai masker. Disebutkan, masker tidak lagi diwajibkan untuk kegiatan di luar ruangan yang tidak padat orang.

"Namun, untuk kegiatan ruangan tertutup dan transportasi publik tetap harus menggunakan masker," katanya saat konferensi pers, Selasa (17/5/2022).

Meski begitu, kelompok rentan seperti lansia masih diwajibkan memakai masker. Seperti diketahui, angka fatalitas paling tinggi terjadi pada lansia dan kelompok dengan riwayat komorbid.

"Bagi masyarakat yang masuk ketegori rentan, lansia atau memiliki penyakit komorbid saya tetap menyarankan untuk mengenakan masker saat beraktivitas," sambung Jokowi.

Lebih lanjut Jokowi juga menghimbau bagi masyarakat yang mengalami gejala COVID-19 seperti batuk dan pilek, untuk tetap memakai masker. Pasalnya penularan tetap bisa terjadi meskipun seseorang sudah divaksinasi COVID-19 lengkap.

"Demikian juga bagi masyarakat yang mengalami gejala batuk dan pilek maka tetap harus menggunakan masker ketika melakukan aktivitas," pungkasnya.

(mfn/up)