ADVERTISEMENT

Selasa, 17 Mei 2022 17:37 WIB

Ada Dugaan Hepatitis Misterius Menular Lewat Udara, Yakin Copot Masker?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Foto: dok detikcom
Jakarta -

Seiring membaiknya kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia, Presiden RI Joko Widodo mengumumkan pelonggaran aturan pemakaian masker. Namun mengingat penyakit hepatitis misterius yang kini merebak diduga bisa menular lewat saluran pernapasan, sudah amankah warga RI copot masker?

"Pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker. Jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka yang tidak padat orang maka diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker. Namun untuk kegiatan di ruangan tertutup dan transportasi publik, tetap harus menggunakan masker," ujar Jokowi dalam siaran langsung terkait pelonggaran penggunaan masker, Selasa (17/5/2022).

"Bagi masyarakat yang masuk kategori rentan, lansia, atau memiliki penyakit komorbid, maka saya tetap menyarankan untuk menggunakan masker saat beraktivitas. Demikian juga untuk masyarakat yang mengalami gejala batuk dan pilek, maka tetap harus menggunakan masker ketika melakukan aktivitas," imbuhnya.

Dalam kesempatan lainnya, Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr Sumariyono, SpPD-KR, MPH menjelaskan potensi hepatitis misterius menular lewat saluran pernapasan. Namun memang, cara penularan hepatitis yang utama yakni melalui saluran pencernaan.

"Kemungkinan ada (cara penularan hepatitis selain lewat saluran napas). Beberapa juga disertai dengan gangguan di saluran pernapasan. Yang menonjol atau yang utama adalah dari saluran cerna tadi. Kemudian yang kedua yang kalau nggak salah 18 persen itu di saluran napas," jelasnya saat ditemui detikcom di RSCM, Jakarta Pusat, Selasa (17/5).


Dokter Tetap Anjurkan Prokes

Dengan kondisi tersebut, dr Sumariyono menyarankan masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan makanan dibarengi penerapan protokol kesehatan. Meski hingga kini penyebab merebaknya penyakit ini masih tak terkuak, tak tertutup kemungkinan penyakit hepatitis misterius menular lewat saluran pernapasan.

"Upaya untuk melakukan pengendalian infeksi ini adalah dengan pengendalian untuk penularan melalui saluran cerna dan dari saluran napas. Untuk saluran cerna itu nomor satu kebersihan tangan, kemudian makanan selalu diupayakan makanan yang higienies, masak, minum juga begitu.

"Satu lagi tetap menerapkan protokol kesehatan karena tadi masih terkait dengan ada kemungkinan dari saluran napas," pungkas dr Sumariyono.



Simak Video "Epidemiolog Minta Kebijakan Penggunaan Masker Kembali Diperketat"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT