Rabu, 18 Mei 2022 05:00 WIB

Round Up

Bye Masker! Jokowi Longgarkan Aturan, Para Pakar Angkat Bicara

Sarah Oktaviani Alam, Nafilah Sri Sagita K, Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Presiden Joko Widodo merapikan masker yang digunakannya saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo memastikan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool/aww. Jokowi longgarkan aturan pakai masker (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melonggarkan aturan penggunaan masker. Tak lagi wajib untuk aktivitas di luar ruangan, namun masih harus tetap digunakan pada kelompok rentan dan di angkutan umum.

Terkait kebijakan ini, sejumlah pakar angkat bicara. Dokter paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Erlina Burhan, SpP(K), menganjurkan untuk tetap pakai masker jika berada di keramaian.

"Kalau tidak berada dikerumunan mungkin sudah bisa mengingat jumlah kasus yg sudah melandai. Tapi bila di tempat umum dan keramaian sebaiknya tetap pakai masker," kata dr Erlina yang juga Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).

Sementara itu, dr Erlang Samoedro, SpP, FISR mengakui kondisi penularan COVID-19 di Indonesia memang sudah melandai. Ia menilai, kondisinya memang sudah lebih aman, terlihat dari jumlah pasien di Wisma Atlet yang berkurang drastis.

"Tapi untuk mencegah, ini kan baru selesai dari Lebaran ya, masih ada potensi untuk terjadi peningkatan 2 minggu ke depan," kata dr Erlang.

"Ya paling nggak, kita tetap menggunakan masker lah untuk menjaga-jaga saja," imbuhnya.

Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman, mengingatkan untuk tidak larut dalam euforia pelonggaran wajib masker. Ia menyarankan untuk menilai sendiri situasi dan risiko sebelum memutuskan untuk melepas masker.

Pada kondisi tertentu, Dicky menilai situasinya memang sudah lebih aman untuk tidak pakai masker. Namun tetap harus diwaspadai bahwa risiko penularan masih tetap ada dan kemungkinan muncul varian baru juga harus terus diwaspadai.

"Artinya harus disampaikan pada publik, bahwa pemerintah memiliki acuan ya silahkan, tapi yang namanya komunikasi risiko itu harus memberikan informasi yang memadai pada publik sehingga mereka bisa menilai diri sendiri ini adalah situasi yang aman nggak saya tidak memakai masker," tegasnya.

Simak Video 'Pandemi Belum Dicabut, Ahli Menilai Masker Masih Sangat Diperlukan!':

[Gambas:Video 20detik]




NEXT: Pernyataan lengkap Jokowi soal pelonggaran masker dan aturan tes COVID-19 untuk perjalanan.

Selanjutnya
Halaman
1 2