Rabu, 18 Mei 2022 14:54 WIB

Batasi Asupan Garam Bisa Bebas dari Hipertensi? Ini Faktanya

Angga Laraspati - detikHealth
Garam Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Informasi mengenai tentang konsumsi garam dapat meningkatkan risiko penyakit hipertensi mungkin sudah cukup umum diketahui. Namun, banyak yang menganggap hal ini bukan ancaman karena merasa jarang menambahkan garam baik saat memasak ataupun makan.

Faktanya, walaupun jarang menambahkan garam banyak garam tersembunyi di makanan yang kita santap. Bahkan, sebagian makanan tinggi garam tidak didominasi rasa asin, yang semakin membuat kita tidak waspada dan mengakibatkan asupan garam dapat berlebih tanpa disadari.

Waspada Garam Tersembunyi

Sering tidak diperhatikan, sesungguhnya banyak makanan yang tinggi garam, seperti contoh 1 bungkus mie instan yang sangat digemari. Jumlah natrium yang terkandung di dalam sebuah produk diinformasikan melalui tabel 'Informasi Nilai Gizi' yang ada di balik kemasan.

Biasanya angka natrium dalam mie instan berkisar 1.000-1.200 mg yang sebenarnya cukup banyak mengingat kebutuhan natrium harian berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) hanya sekitar 1.500 mg saja.

Lauk praktis yang sering menjadi pilihan seperti sosis ayam mengandung 1,2 gram garam per batang sosis dan nugget dapat mengandung 1,3 gram garam per 4 potong. Cemilan kesukaan banyak orang seperti keripik juga cenderung tinggi garam, mencapai 2 gram garam per 1 mangkok kecil.

Tidak hanya makanan jadi yang tinggi garam, kecap dan saus yang kita tambahkan saat makan dan memasak juga dapat memiliki kandungan garam yang tinggi. Misalnya kecap asin, yang mengandung 1,7 gram garam per sendok makan, atau saus tiram yang mengandung 1,5 gram garam per sendok makan.

Jangan kaget, kecap manis yang rasanya manis juga sesungguhnya tinggi garam yaitu mengandung 1,4 gram garam per sendok makan. Dikutip dari CNN Indonesia, kandungan natrium juga tinggi dalam saus ikan, saus teriyaki, saus tiram dan saus barbekyu.

Bahaya Garam Berlebih

Dilansir dari Kementerian Kesehatan, batas asupan garam harian sesungguhnya tidaklah banyak, yaitu maksimal 5 gram per hari atau setara dengan hanya 1 sendok teh garam per hari. Pembatasan asupan garam harian ini penting untuk menjaga kesehatan, salah satunya untuk mengontrol tekanan darah karena.

Data-data yang ada sudah menunjukkan bagaimana asupan garam berlebih berkaitan dengan peningkatan tekanan darah dan risiko terkena hipertensi. Dengan tingginya kandungan garam pada berbagai makanan serta saus dan kecap, batas asupan garam harian tentu dapat terlewati dengan mudah jika tidak dibatasi dengan baik.

Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan data konsumsi garam rata-rata jauh melebihi batas maksimal anjuran harian yaitu mencapai 9-12 gram/hari. Di Indonesia, data Riset Kesehatan Dasar Indonesia tahun 2018 menunjukkan bahwa 29.7% orang Indonesia mengonsumsi makanan asin lebih dari 1 kali per hari.

Membatasi asupan garam memang sering terasa sulit karena kita terbiasa dengan makanan yang gurih. Untungnya, kini tersedia alternatif kecap dan saus yang rendah garam agar menu masakan tetap enak tanpa khawatir asupan garam berlebih.

Cobalah Tropicana Slim Kecap Asin, Tropicana Slim Kecap Manis, Tropicana Slim Saus Tiram, dan Tropicana Slim Sambal Terasi yang lebih rendah garam namun tetap dapat memberikan rasa lezat dan nikmat untuk masakan Anda.

Saat ingin mencoba yang praktis namun tetap enak dan sehat, Tropicana Slim Shirataki Noodles yang terbuat dari umbi shirataki bisa jadi pilihan karena rendah lemak, lebih rendah garam, dan tinggi serat.



Simak Video "Ini Bahayanya Jika Hipertensi Tak Dikontrol"
[Gambas:Video 20detik]
(ads/ads)