Kamis, 19 Mei 2022 09:33 WIB

Virus Cacar Monyet Merebak, Apa Penyebabnya?

Firdaus Anwar - detikHealth
cacar monyet Foto ilustrasi: Getty Images/CDC
Jakarta -

Inggris, Portugal, dan Spanyol ramai-ramai melaporkan peningkatan kasus infeksi virus cacar monyet. Ini jadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena biasanya cacar monyet mewabah di Afrika.

Portugal dan Spanyol diketahui sebelumnya tidak pernah memiliki kasus cacar monyet. Sementara di Inggris, menurut ahli kesehatan publik Profesor Jimmy Whitworth dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, sebelumnya hanya pernah mencatat delapan kasus.

"Sepanjang sejarah hanya sedikit kasus penyakit cacar monyet dari luar negeri. Cuma pernah ada 8 kasus sebelum tahun ini," kata Profesor Jimmy seperti dikutip dari Reuters, Kamis (19/5/2022).

Hingga 18 Mei 2022, Inggris telah melaporkan 9 kasus cacar monyet, Portugal 5 kasus, dan Spanyol 23 kasus potensial.

Cacar monyet sendiri adalah virus yang pertama kali ditemukan pada monyet di tahun 1958. Virus ini kemudian berpindah dari hewan menyerang manusia menyebabkan gejala demam dan bintil-bintil berisi cairan di kulit dengan tingkat mortalitas 1-10 persen.

Seseorang bisa terinfeksi bila terpapar percikan liur, cairan di bintilan kulit, atau benda yang sudah terkontaminasi.

Apa Penyebab Peningkatan Kasus Cacar Monyet?

Profesor Jimmy mengatakan satu teori yang populer adalah karena pencabutan kebijakan pembatasan pandemi COVID-19. Orang-orang kemudian mulai ramai lagi bepergian hingga kemudian terinfeksi penyakit yang sebelumnya terisolasi.

"Teori yang sedang saya teliti mungkin penyakit ini ada banyak di Afrika Barat atau Tengah, kemudian perjalanan luar negeri kembali lancar, akhirnya kasus bermunculan di mana-mana," kata Prof Jimmy.

"Penyakit ini tidak akan menyebabkan pandemi besar seperti COVID, tapi tetap ini wabah dari penyakit serius sehingga perlu benar-benar diperhatikan," pungkasnya.



Simak Video "Produsen Vaksin Cacar Monyet Alami Lonjakan Permintaan Global "
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)