Kamis, 19 Mei 2022 11:44 WIB

Menkes Tunjuk Jubir Baru Kemenkes, dr Nadia ke Mana?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jakarta -

Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso dr Mohammad Syahril resmi ditunjuk sebagai juru bicara baru Kementerian Kesehatan. Ia disahkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/1053/2022 tentang Juru Bicara Kementerian Kesehatan.

Keputusan tersebut ditetapkan pada 1 April 2022 lalu. Berdasarkan keputusan Menkes, dr Syahril bertugas menyampaikan informasi terkait program bidang kesehatan, melakukan komunikasi publik terkait program bidang kesehatan berdasarkan strategi komunikasi yang ditetapkan.

"Saya saat ini ditugasi tambahan sebagai Jubir. Mudah-mudahan dengan doa dan kebersamaan kita dapat mengambil amanah ini dengan baik," katanya di hadapan wartawan usai konferensi pers update hepatitis di Jakarta, Rabu (18/5/2022).

Dalam penanganan COVID-19, peran dr Syahril cukup krusial lantaran RSPI Sulianti Saroso menjadi tempat perawatan kasus pertama pasien pada Maret 2020 lalu. Di awal kemunculan COVID-19 di Indonesia, dr Syahril menginformasikan perkembangan pasien hingga tingkat keterisian RSPI Sulianti Saroso.

Tugas baru dr Nadia

Jubir Kemenkes sebelumnya dr Siti Nadia Tarmizi, kini ditunjuk oleh Menkes sebagai Jubir G20. Ia bertugas menyampaikan informasi terkait penyelenggaraan rangkaian pertemuan bidang kesehatan dalam Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022, melakukan komunikasi publik terkait penyelenggaraan rangkaian pertemuan bidang kesehatan dalam Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 berdasarkan protokol komunikasi yang ditetapkan.

Jabatan baru dr Nadia ditetapkan dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/1133/2022 tentang Juru Bicara Kementerian Kesehatan pada Penyelenggaraan Rangkaian Pertemuan Bidang Kesehatan dalam Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022.

Kepada wartawan, Nadia mengatakan setelah hampir 1,5 tahun bersama, dia mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang selama ini dilakukan dengan kesabaran.

"Prinsipnya kita adalah mengedukasi dan semakin meliterasi masyarakat terutama pada saat pandemi," ucap Nadia.

(kna/up)