Kamis, 19 Mei 2022 13:00 WIB

Ada 1 Suspek Hepatitis Misterius di DKI, Ini Bedanya dengan Kasus Probable

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ilustrasi anak dirawat di rumah sakit Laporan hepatitis akut misterius di DKI Jakarta. (Foto: Getty Images/iStockphoto/gorodenkoff)
Jakarta -

DKI Jakarta melaporkan 24 kasus diduga hepatitis misterius, Rabu (18/5/2022). Total 24 kasus tersebut meliputi 3 kasus probable, 20 kasus pending, dan 1 kasus suspek.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti kategori ini diperbarui berdasarkan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan menyesuaikan Kementerian Kesehatan RI. Adapun penjelasan setiap kategori, termasuk kasus suspek adalah seperti berikut.

1. Konfirmasi

Belum tersedia saat ini

2. Suspek

  • Hepatitis akut (virus non hepatitis A-E)
  • SGOT atau SPGT lebih dari 100 IU/L
  • Usia kurang dari 16 tahun
  • Sejak 1 Oktober 2021

3. Probable

  • Hepatitis akut (virus non hepatitis A-E)
  • SGOT atau SPGT lebih dari 500 IU/L
  • Usia kurang dari 16 tahun
  • Sejak 1 Oktober 2021

4. Epi linked

  • Hepatitis akut (virus non hepatitis A-E)
  • Segala usia
  • Kontak erat dengan kasus probable

5. Pending klasifikasi

  • Kriteria probable terpenuhi
  • Masih menunggu hasil serologi hepatitis A, B, C, E

6. Discarded

  • Apabila salah satu hasil A, B, C, E ternyata positif atau ada etiologi (penyebab) lainnya.

"Jadi yang pasti kelompok hepatitis misterius ini kita harus pastikan dulu bahwa pasiennya tidak memiliki salah satu jenis virus hepatitis A, B, C, D, atau E," tutur Widyastuti dalam agenda daring Jakarta Public Policy Center BPSDM DKI Jakarta, Kamis (19/5/2022).

Kasus suspek dan probable memiliki definisi yang hampir serupa. Namun, ada perbedaan dalam jumlah atau kadar SGOT Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase, enzim yang biasanya ditemukan pada hati dan Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT).



Simak Video "Dua Dugaan Penyebab Hepatitis Akut Misterius"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)