Kamis, 19 Mei 2022 14:46 WIB

Penyakit PMK pada Sapi Bisa Menular ke Manusia? Menkes Ungkap Faktanya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
peternakan sapi lamongan Ilustrasi penyakit PMK pada sapi (Foto: Eko Sudjarwo)
Jakarta -

Tidak hanya soal hepatitis akut misterius dan COVID-19, masyarakat Indonesia juga dihebohkan dengan wabah penyakit PMK pada sapi yang merebak di sejumlah daerah Indonesia, seperti Aceh dan Jawa Timur.

Akibatnya, banyak yang khawatir karena takut menular dari sapi ke manusia layaknya COVID-19. Mengingat virus Corona awal penularannya disebabkan dari hewan seperti kelelawar ke manusia.

Ditambah lagi, daging hewan sapi kerap dijadikan konsumsi masyarakat untuk makanan sehari-hari. Lantas, benarkah demikian? Simak informasi berikut.

Penyakit PMK pada Sapi Bisa Menular ke Manusia?

Sebagai informasi, PMK merupakan penyakit mulut dan kuku atau disebut sebagai Foot and Mouth Disease (FMD) yang disebabkan oleh virus. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut penyakit ini tidak berbahaya bagi manusia.

"Penyakit mulut dan kuku domainnya ada di hewan jadi hampir tidak ada yang loncat ke manusia," beber Budi dalam konferensi pers Senin (9/5/2022).

"Khusus untuk virus mulut dan kuku virus ini adanya di hewan yang berkuku dua jadi sangat jarang yang melompat ke manusia, jadi tidak perlu khawatir dari sisi kesehatan manusianya," lanjut Budi.

Menurutnya, penyakit PMK pada sapi ini berbeda dengan penyakit kaki mulut tangan atau hand, foot, and mouth disease (HFMD) yang umumnya menyerang anak-anak. HFMD kerap pula disebut Flu Singapura dan dipicu oleh jenis virus yang berbeda dengan PMK.

"Di Indonesia ada penyakit kaki mulut dan tangan tapi ini berbeda dengan penyakit hewan dan kuku yang ada di hewan," sambung Budi.

Karenanya, Budi mengimbau masyarakat tidak perlu panik meski penyakit ini tengah mewabah di sejumlah daerah yang menular ke seribuan hewan termasuk sapi.

Penyakit PMK pada Sapi: Ini Bagian Tubuh Hewan yang Tak Boleh Dikonsumsi

Dalam kesempatan yang berbeda, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo membeberkan lima bagian pada hewan terjangkit penyakit PMK yang tak boleh dikonsumsi masyarakat. Pasalnya, bagian tersebut biasanya kerap terpapar langsung oleh virus PMK.

Adapun bagian yang tak boleh dikonsumsi, yaitu:

  • Jeroan
  • Mulut
  • Bibir
  • Lidah
  • Kaki

"Yang tidak boleh hanya pada tempat-tempat yang langsung terkena PMK misalnya, organ-organ tertentu kaki, tentu saja harus diamputasi dulu. Jeroan tidak boleh, atau mulut, yang terkait dengan bibir dan lain-lain, atau lidah. Cuma itu yang memang tidak direkomendasi tapi yang lain masih bisa direkomendasi," ujarnya dalam Update Penanganan PMK pada Hewan Ternak, Rabu (11/5/2022).

Penyakit PMK pada Sapi: Sudah Ada Vaksin?

Syahrul juga mengungkapkan bahwa stereotype virus PMK yang mewabah di Indonesia telah ditemukan. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian berusaha untuk menghadirkan vaksin PMK dalam waktu yang singkat.

"Tetapi stereotype ini ditemukan. Pentingnya stereotype untuk menentukan seperti apa bentuk intervensi vaksin yang dibutuhkan. Ada 14 stereotype kalau tidak salah di seluruh dunia yang ada terkait PMK ini," lanjutnya.

"Telah ditemukan stereotype yang ada dan pada saat ini juga kita dengan segala kekuatan yang ada akan berusaha untuk menghadirkan vaksin dalam waktu yang sangat singkat," sambungnya lagi.

Vaksin yang akan digunakan nantinya untuk mengatasi wabah virus PMK di Indonesia adalah vaksin nasional. Namun, karena menunggu kehadiran vaksin nasional, pemerintah akan mengimpor vaksin dalam waktu 14 hari mendatang dengan jumlah yang tidak banyak.

"Vaksin yang akan kita pakai adalah vaksin nasional. Tapi, vaksin ini membutuhkan waktu," kata Syahrul.



Simak Video "5 Provinsi RI dengan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Terbanyak"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)