Jumat, 20 Mei 2022 09:30 WIB

Anggota IDI Masuk PDSI Bakal Disanksi? Ketum Tegaskan Sikap

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Profile Ketua IDI dr. Adib Khumaidi, SpOT. saat rapat dengar pendapat di DPR RI Ketum IDI buka suara soal apakah anggota IDI bakal disanksi jika beralih ke PDSI. (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menekankan tak bakal memberi sanksi anggotanya yang berniat mengundurkan diri dan bergabung bersama Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI). Hal ini ditegaskan langsung oleh Ketua Umum IDI Adib Khumaidi.

Menurut Adib, sah-sah saja jika anggota IDI memilih 'resign' untuk beralih ke PDSI. Namun, ia menegaskan hingga kini belum ada satupun anggotanya yang melakukan hal tersebut.

"Kalau kemudian mereka mengundurkan diri, kami tak bisa memaksa, kami tak bisa menghalangi. Tapi sampai sekarang tidak ada," jelas Adib dalam konferensi pers Kamis (19/5/2022).

Di sisi lain, Adib mengingatkan hanya IDI yang bisa memberikan kewenangan memberikan rekomendasi izin praktik melalui UU Praktik Kedokteran No 29 Tahun 2004.

IDI juga dinyatakan sebagai organisasi tunggal berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi. Menurutnya, hal ini serupa dengan kebijakan di seluruh dunia. Hanya satu organisasi profesi yang diakui negara untuk kemudian mengurus kode etik, standar pelayanan, dan aspek lainnya.

"Bahwa yang namanya nasional medical association adalah tunggal, tidak ada dualisme yang memicu double standard," pungkas dia.



Simak Video "Bicara soal Organisasi di Luar IDI, Ketua IDI Singgung PDSI?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)