Senin, 23 Mei 2022 08:30 WIB

Dokter Sebut Corona Tak Hilang Meski RI 'OTW' Endemi, Perlu Vaksin Dosis-4?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Vaksin dosin ketiga atau booster diberikan untuk tenaga kesehatan di Puskesmas Cilincing, Jakarta Utara, Senin (9/8). Vaksin yang diberikan adalah vaksin Moderna. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indonesia kini berada di fase transisi dari pandemi menuju endemi COVID-19. Mengingat virus Corona pada dasarnya tak akan bisa hilang, dokter mengusulkan pemberian vaksin COVID-19 booster kedua, khususnya untuk para tenaga kesehatan.

"Kita sedang berada pada fase transisi dari pandemi menuju endemi yang sebenarnya tidak menghilangkan virus COVID itu sendiri, maka kita sebaiknya tetap berhati-hati termasuk dengan penerapan vaksinasi booster yang kedua," ujar spesialis penyakit dalam, dr Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD-KPsi dari Junior Doctor Network Indonesia atau yang akrab disapa dr Koko dalam pernyataan yang diterima detikcom, Minggu (22/5/2022).

Menurutnya, riset menyebut antibodi yang dibentuk oleh vaksin COVID-19 hanya bertahan sekitar delapan bulan di tubuh. Mengingat pemberian booster pertama untuk dokter dan nakes sudah berlangsung sejak Agustus 2021, yakni terhitung 9-10 bulan hingga kini, dr Koko menyarankan pemberian booster kedua.

"Menurut beberapa penelitian, angka antibodi terhadap COVID yang dipicu oleh vaksinasi itu sudah berkurang sekitar delapan bulan pasca pemberiannya. Ini adalah bulan Mei, di akhir bulan Mei. Maka sekitar 9-10 bulan lalu kita sudah mulai dengan vaksinasi booster pertama," bebernya.

"Saya merasa untuk menjaga populasi rentan dalam hal ini dokter dan tenaga kesehatan yang lain agar tetap aman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," pungkas dr Koko.



Simak Video "Fenomena Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/fds)