Migrain: Penyebab, Gejala, hingga Pengobatannya

ADVERTISEMENT

Migrain: Penyebab, Gejala, hingga Pengobatannya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Senin, 23 Mei 2022 18:15 WIB
ilustrasi sakit kepala
Penyebab migrain, gejala, dan pengobatannya. (Foto ilustrasi: thinkstock
Jakarta -

Migrain adalah sakit kepala yang bisa menyebabkan nyeri yang berdenyut parah atau sensasi berdenyut. Biasanya migrain ini terjadi di satu sisi kepala saja.

Dikutip dari Mayo Clinic, kondisi ini sering disertai dengan mual, muntah, dan kepekaan ekstrim terhadap cahaya dan suara. Migrain ini bisa berlangsung selama berjam-jam hingga berhari-hari. Bahkan rasa sakit yang muncul bisa sangat parah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Pada sebagian orang, gejala awal migrain yang dikenal sebagai aura bisa muncul sebelum atau saat sakit kepala terjadi. Aura ini mencangkup gangguan visual, seperti kilatan cahaya atau titik buta, atau gangguan lain seperti kesemutan di satu sisi wajah, lengan, atau kaki, dan kesulitan berbicara.

Penyebab Migrain

Penyebab migrain masih belum bisa diketahui secara pasti. Namun, beberapa hal bisa berperan dan menyebabkan migrain ini, seperti genetik hingga faktor lingkungan.

Namun, hal yang mungkin menjadi penyebab migrain adalah adanya perubahan batang otak dan interaksinya dengan saraf trigeminal, dan jalur nyeri utama. Jadi, mungkin ketidakseimbangan zat kimia di otak, termasuk serotonin, yang membantu mengatur rasa sakit di sistem saraf.

Kemungkinan hal yang menjadi penyebab migrain adalah saat sel saraf yang terlalu aktif mengirim sinyal yang memicu saraf trigeminal, yang memberikan sensasi pada kepala dan wajah. Ini memberikan isyarat pada tubuh untuk melepaskan bahan kimia seperti serotonin dan calcitonin gene-related peptide (CGRP).

Dikutip dari WebMD, CGRP ini membuat pembuluh darah di lapisan otak akan membengkak. Kemudian, neurotransmitter menyebabkan peradangan dan rasa sakit.

Faktor Risiko Migrain

Ada beberapa hal yang bisa menjadi faktor risiko migrain, yakni:

  • Riwayat Keluarga: Ini terjadi jika ada keluarga yang memiliki riwayat migrain.
  • Usia: Migrain bisa terjadi pada usia berapa pun, tetapi lebih sering muncul pada remaja dan memuncak hingga usia 30-an.
  • Gender: Wanita tiga kali lebih mungkin mengalami migrain daripada pria.
  • Perubahan Hormonal: Pada wanita, migrain mungkin terjadi sebelum atau saat menstruasi. Itu juga mungkin berubah selama masa kehamilan atau menopause.

Selain itu, ada juga hal-hal yang bisa memicu migrain, seperti:

  • Minuman, seperti alkohol dan minuman mengandung kafein yakni kopi
  • Stres
  • Stimulus sensorik
  • Perubahan waktu tidur
  • Faktor fisik
  • Perubahan cuaca
  • Obat-obatan, seperti kontrasepsi oral dan vasodilator
  • Makanan, seperti makanan olahan da yang terlalu asin
  • Pengawet makanan

Gejala Migrain

Migrain bisa berkembang melalui empat tahap, yaitu prodrome, aura, serangan (attack), dan post-drome. Namun, tidak semua orang yang mengalami migrain melewati semua tahapan ini.

Prodromal

Tahapan gejala ini terjadi satu atau dua hari sebelum migrain muncul. Gejala migrain ini meliputi:

  • Sembelit
  • Perubahan suasana hati, dari depresi menjadi euforia
  • Mengidam makanan
  • Leher kaku
  • Peningkatan buang air kecil
  • Retensi cairan
  • Sering menguap

Aura

Sebagian orang mungkin melalui tahap gejala aura. Ini merupakan gejala reversibel dari sistem saraf yang biasanya mempengaruhi visual dan gangguan lainnya. Setiap gejala biasanya muncul secara bertahap, menumpuk selama beberapa menit dan bisa berlangsung hingga 60 menit.

Gejala yang muncul yakni:

  • Fenomena visual, seperti melihat berbagai bentuk, titik terang atau kilatan cahaya
  • Kehilangan penglihatan
  • Sensasi tertusuk jarum di lengan atau kaki
  • Kelemahan atau mati rasa di wajah atau satu sisi tubuh
  • Kesulitan berbicara

Serangan (attack)

Migrain biasanya berlangsung dari 4 hingga 72 jam jika tidak segera diobati. Intensitas seseorang mengalami migrain sangat bervariasi, bisa jadi hanya terjadi beberapa kali dalam sebulan. Gejala yang muncul pada tahap ini adalah:

  • Nyeri biasanya di satu sisi kepala, tetapi sering di kedua sisi
  • Nyeri yang berdenyut atau berdenyut
  • Kepekaan terhadap cahaya, suara, dan terkadang bau dan sentuhan
  • Mual dan muntah

Pasca-drome

Setelah tahap serangan, seseorang mungkin akan merasa lelah, bingung, dan pusing hingga satu hari. Pada tahap ini, beberapa orang melaporkan mulai membai. Tetapi, gerakan kepala yang tiba-tiba bisa menimbulkan rasa sakit lagi, meski sebentar.

Pengobatan Migrain

Ada beberapa pengobatan migrain yang bisa digunakan untuk meredakan rasa sakit di kepala. Biasanya, pengobatan akan disesuaikan dengan usia, frekuensi, dan tingkat keparahan gejala, hingga kondisi kesehatan lain yang diidap. Berikut pengobatan yang bisa dipilih:

  • Obat pereda nyeri, seperti paracetamol, aspirin, dan ibuprofen
  • Obat-obatan triptan, seperti sumatriptan dan rizatriptan yang merupakan obat resep yang bertugas untuk menghalani sinyal rasa sakit masuk ke otak
  • Obat antimual, seperti cloropromazine, metoclopramide, dan prochlorperazine yang digunakan bersamaan dengan obat pereda rasa nyeri
  • Obat opioid, obat ini biasanya diberikan pada pasien yang tidak bisa mengkonsumsi obat migran lainnya dan berdasarkan resep dokter

Adapun beberapa pengobatan rumah yang bisa dicoba, yaitu:

  • Istirahat dengan mata tertutup di ruangan yang tenang dan gelap
  • Kompres dingin di area dahi untuk mengurangi rasa nyeri
  • Perbanyak minum air putih
  • Tidur yang cukup
  • Memijat kepala
  • Mencoba teknik relaksasi


Simak Video "Mujarab! Ramuan Rempah Ini Bisa Atasi Migrain"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT