Senin, 23 Mei 2022 21:40 WIB

Apa Itu Leukemia? Kenali Penyebab, Gejala, dan Jenisnya

Rosiana Muliandari - detikHealth
Leukemia diagnosis. Stamp, stethoscope, syringe, blood test and pills on the clipboard with medical report. 3d illustration Penyebab leukemia, gejala, dan pengobatannya. (Foto ilustrasi: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Leukemia merupakan kanker yang menyerang sel-sel darah di tubuh dan, awalnya, berkembang di sumsum tulang. Organ tersebut memproduksi sel darah merah, trombosit, dan sel darah putih.

Umumnya, meski dapat berdampak pada sel darah lainnya, kanker ini cenderung lebih menyerang sel darah putih. Sel darah tersebut merupakan bagian penting dalam sistem kekebalan tubuh; melindungi tubuh dari berbagai infeksi dan penyakit.

Penyebab Leukemia

Dikutip dari Cleveland Clinic, leukemia dimulai ketika DNA satu sel di sumsum tulang berubah atau bermutasi dan tidak dapat berkembang dan berfungsi secara normal. Semua sel yang muncul dari sel awal yang bermutasi juga memiliki DNA yang bermutasi.

Sayangnya, para ilmuwan masih belum mengetahui penyebab pasti dari kerusakan DNA tersebut yang menyebabkan leukemia.

Gejala Leukemia

Leukemia dapat menyebabkan gejala sesuai dengan jenis yang dimiliki. Meski begitu, beberapa gejala umum dari leukemia adalah:

  • Mudah lelah, sedikit tenaga, lemah
  • Warna kulit pucat
  • Demam
  • Mudah memar dan berdarah. (Mimisan, gusi berdarah, bintik-bintik merah kecil di kulit, bercak keunguan di kulit)
  • Nyeri tulang atau sendi dan/atau nyeri tekan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, selangkangan atau perut.
  • Penurunan berat badan yang tidak direncanakan
  • Keringat malam
  • Sesak napas
  • Nyeri atau perasaan penuh di bawah tulang rusuk di sisi kiri.


Jenis-jenis Leukemia

Pada umumnya, dokter mengklasifikasikan leukemia sesuai dengan kecepatan perkembangan leukemia dan tipe sel yang terdampak. Dikutip dari Mayo Clinic, menurut kecepatannya, leukemia diklasifikasikan sebagai leukemia akut dan leukemia kronis.

Menurut tipe selnya, terdapat leukemia limfositik yang mempengaruhi sel-sel limfoid (limfosit) dan leukemia myelogenous yang menyerang myeloid-berfungsi untuk menimbulkan sel darah merah, sel darah putih, dan sel penghasil trombosit.

Terdapat juga 4 jenis utama leukemia:

  • Leukemia limfositik akut (ALL): Ini adalah jenis leukemia yang paling umum pada anak-anak, tapi, dapat terjadi pada orang dewasa.
  • Leukemia myelogenous akut (AML): Jenis ini adalah jenis leukemia akut yang paling umum pada orang dewasa.
  • Leukemia limfositik kronis (CLL): Dengan CLL, leukemia dewasa kronis yang paling umum, seseorang mungkin merasa sehat selama bertahun-tahun tanpa memerlukan perawatan.
  • Leukemia myelogenous kronis (CML): Jenis leukemia ini terutama menyerang orang dewasa dan, mungkin, memiliki sedikit atau tanpa gejala selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun sebelum memasuki fase di mana sel-sel leukemia tumbuh lebih cepat.

Faktor Risiko Leukemia

Meski penyebab pasti kanker ini belum diketahui, dikutip dari Healthline, beberapa faktor risiko leukemia adalah:

  • Riwayat leukemia pada keluarga
  • Merokok yang dapat meningkatkan risiko terkena AML
  • Kelainan genetik seperti down syndrome
  • Kelainan darah
  • Pengobatan sebelumnya untuk kanker dengan kemoterapi atau radiasi
  • Paparan radiasi tingkat tinggi
  • Paparan bahan kimia seperti benzena

Pengobatan Leukemia

Pengobatan leukemia biasanya dilakukan oleh ahli hematologi-onkologi, dokter yang berspesialisasi dalam kelainan darah dan kanker. Perawatan tergantung pada jenis dan stadium kanker dan kesehatan pasien secara keseluruhan seperti kondisi medis lainnya.

Beberapa bentuk leukemia tumbuh perlahan dan tidak memerlukan perawatan segera. Namun, pengobatan untuk leukemia biasanya melibatkan satu atau lebih hal berikut:

  • Kemoterapi
  • Terapi radiasi
  • Transplantasi sel induk
  • Terapi biologis atau imun
  • Terapi yang ditargetkan

Pencegahan Leukemia

Sayangnya, dengan penyebab pasti leukemia yang belum ditemukan, tidak ada cara pencegahan yang pasti untuk mencegah kanker ini. Meski begitu, pengurangan risiko dapat menjadi salah satu cara terhindar dari leukemia.

Beberapa cara tersebut adalah dengan menghindari gaya hidup yang buruk seperti dengan berhenti merokok, mempertahankan berat badan sedang, dan menghindari menghirup bahan kimia yang berbahaya seperti benzena yang dapat ditemukan di beberapa tempat kerja.



Simak Video "Denada Ungkap Kondisi Kesehatan Anaknya"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)