Senin, 23 Mei 2022 22:15 WIB

Apa Itu Impotensi? Penyebab, Gejala, Serta Pencegahannya

Rosiana Muliandari - detikHealth
Diet, fitness and health concept presented by yellow banana wrapped in measure tape isolated on yellow paper background Ilustrasi impotensi penis (Foto: iStock)
Jakarta -

Impotensi atau disfungsi ereksi merupakan kondisi saat para pria tidak mampu mendapatkan atau mempertahankan ereksi yang cukup kuat untuk berhubungan seks. Satu dari setiap 10 pria diperkirakan akan menderita impotensi di beberapa titik selama hidupnya.

Kondisi ini tidak dianggap normal pada usia berapa pun dan dapat dikaitkan dengan masalah lain yang mengganggu hubungan seksual, seperti kurangnya keinginan dan masalah dengan orgasme dan ejakulasi.

Penyebab Impotensi

Dikutip dari Healthline, terdapat banyak penyebab terjadinya impotensi, dapat berupa kondisi fisik atau mental. Beberapa penyebab umum impotensi adalah:

  • Penyakit kardiovaskular
  • Diabetes
  • Hipertensi, atau tekanan darah tinggi
  • Kolesterol Tinggi
  • Obesitas
  • Kadar testosteron rendah atau ketidakseimbangan hormon lainnya
  • Penyakit ginjal
  • Stres, kecemasan, atau depresi
  • Masalah hubungan
  • Obat resep tertentu, seperti yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi atau depresi
  • Gangguan tidur
  • Penggunaan narkoba
  • Terlalu banyak mengkonsumsi alkohol
  • Menggunakan produk tembakau
  • Kerusakan pada area panggul melalui cedera atau pembedahan

Gejala Impotensi

Umumnya, kesulitan mendapatkan ereksi dan kesulitan mempertahankan ereksi selama aktivitas seksual adalah gejala paling dari disfungsi ereksi.

Meski begitu, terdapat gangguan seksual lain yang berhubungan dengan impotensi seperti ejakulasi dini, ejakulasi tertunda atau anorgasmia (ketidakmampuan untuk mencapai orgasme setelah banyak rangsangan).

Jika memiliki gejala tersebut dan tetap ada selama tiga bulan atau lebih, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Mereka akan dapat membantu mengetahui apakah gejala tersebut disebabkan oleh kondisi lainnya yang membutuhkan pengobatan spesifik.

Faktor Risiko Impotensi

Seiring bertambahnya usia, ereksi mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk didapatkan dan mungkin tidak sekuat biasanya. Selain usia, dikutip dari Mayo Clinic, beberapa faktor risiko lainnya yang berkontribusi terhadap impotensi adalah:

  • Kondisi medis lain, terutama diabetes atau kondisi jantung
  • Penggunaan tembakau
  • Kelebihan berat badan, terutama jika mengalami obesitas
  • Perawatan medis tertentu, seperti operasi prostat atau perawatan radiasi untuk kanker
  • Cedera, terutama jika merusak saraf atau arteri yang mengontrol ereksi
  • Obat-obatan tertentu, seperti antidepresan atau obat-obatan untuk mengobati tekanan darah tinggi
  • Kondisi psikologis, seperti stres, kecemasan atau depresi
  • Pengguna narkoba jangka panjang atau peminum yang berat

Pengobatan Impotensi

Dikutip dari Cleveland Clinic, beberapa cara pengobatan impotensi adalah dengan mengonsumsi obat-obatan, terapi seks, terapi injeksi penis (terapi injeksi intrakavernosa), obat intrauretra, hingga operasi.

Tidak hanya itu, terdapat juga beberapa cara alternatif lainnya yang dapat membantu mengobati impotensi. Beberapa cara tersebut dengan melakukan beberapa jenis olahraga yaitu kegel untuk memperkuat otot dasar panggul, aerobik untuk memperlancar aliran darah, dan yoga untuk mengurangi stres dan kecemasan.

Pencegahan Impotensi

Cara terbaik untuk mencegah impotensi adalah dengan membuat pilihan gaya hidup sehat dan mengelola kondisi kesehatan yang ada, seperti:

  • Mengelola diabetes, penyakit jantung atau kondisi kesehatan kronis lainnya dengan bantuan dokter
  • Pemeriksaan rutin dan tes skrining medis
  • Berhenti merokok, batasi atau hindari alkohol, dan jangan gunakan obat-obatan terlarang
  • Berolahraga secara teratur
  • Ambil langkah-langkah untuk mengurangi stres
  • Dapatkan bantuan untuk kecemasan, depresi, atau masalah kesehatan mental lainnya.


Simak Video "Dua Pria Alami Impotensi Usai Terserang COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)