Selasa, 24 Mei 2022 11:00 WIB

Tanggapi Wacana PPKM Dicabut, Pakar IDI Setuju Tapi Ada Syaratnya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Tradisi mudik lebaran kembali bergelora usai sebelumnya dilarang di Indonesia gegara Corona. Motor jadi salah satu transportasi pilihan warga untuk mudik. Pakar IDI respons soal wacana PPKM dicabut. (Foto: AP Photo/Achmad Ibrahim)
Jakarta -

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperpanjang dua pekan ke depan. Sebelumnya, Menko PMK Muhadjir Effendy menilai PPKM sebenarnya bakal segera dicabut jika wabah COVID-19 di Indonesia semakin terkendali.

Wacana tersebut menuai pro-kontra di kalangan pejabat hingga pakar. Sementara menurut Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban, aman-aman saja jika kebijakan tersebut dicabut.

Namun, Zubairi menekankan perlunya perencanaan matang. Hal ini dikarenakan jangan sampai pelonggaran pembatasan COVID-19 memicu euforia berlebihan di masyarakat.

"Saya tak keberatan dengan rencana penghapusan PPKM," tuturnya dalam akun Instagram pribadi, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan Selasa (24/5/2022).

"Namun semuanya harus disosialisasikan dengan baik agar tak menimbulkan euforia dan rasa jemawa. Kita berkaca ke beberapa negara yang kasusnya meningkat," lanjut dia.

Zubairi juga mengingatkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga kini belum resmi mencabut status pandemi COVID-19 dunia. Dalam pemberitaan sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyebut perlu ada analisis selama enam bulan terkait angka reproduksi (RT) COVID-19 sebelum memutuskan mencabut PPKM.

"Mengenai status PPKM yang memang nantinya akan dihapus, kami sedang melakukan evlauasi dengan para epidemiologi, apabila artinya kurang dari 2 bulan itu masih kurang dari 1, maka status PPKM akan diupdate setiap 2 minggu," kata dia saat melakukan rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Senin (23/5/2022).

"Apabila RT-nya sudah 4 bulan kurang dari 1, maka status PPKM akan di-update selama 4 minggu, ketika status RT-nya kurang dari 1 sudah mencapai 6 bulan, maka kemungkinan PPKM tidak perlu diupdate lagi," lanjut Dante.



Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)