Selasa, 24 Mei 2022 14:15 WIB

Cacar Api: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Skin infected Herpes zoster virus on the arms Mengenal cacar api: gejala, penyebab, dan pengobatannya. (Foto ilustrasi: Thinkstock)
Jakarta -

Cacar Api (herpes zoster) merupakan infeksi virus yang menyebabkan munculnya ruam atau lepuh pada kulit yang menyakitkan. Cacar api adalah kondisi yang disebabkan oleh virus varicella-zoster, yang juga menjadi penyebab cacar air.

Dikutip dari laman Cleveland Clinic, ruam yang disebabkan cacar api ini paling sering muncul sebagai pita ruam atau lepuh di satu area tubuh. Biasanya meliputi sisi kiri atau kanan dari tubuh.

Penyebab Cacar Api

Cacar api atau herpes zoster disebabkan oleh virus varicella-zoster. Umumnya, bagi mereka yang pernah mengalami cacar air, kemungkinan bisa mengalami cacar api.

Dikutip dari Mayo Clinic, setelah terkena cacar air, virus tidak aktif di jaringan saraf di dekat sumsum tulang belakang dan otak. Beberapa tahun kemudian virus bisa aktif kembali sebagai cacar api.

Tapi, tidak semua orang yang pernah mengalami cacar air akan mengalami kondisi ini.

Penyebab pasti dari cacar api ini masih belum jelas. Tapi, itu mungkin karena penurunan kekebalan terhadap infeksi seiring bertambahnya usia. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua dan pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Varicella-zoster merupakan bagian dari kelompok virus yang disebut virus herpes, termasuk virus yang menyebabkan luka dingin dan herpes genital. Maka dari itu, penyakit ini dikenal juga sebagai herpes zoster.

Tetapi, virus yang menyebabkan cacar air dan cacar api bukanlah virus yang sama menyebabkan penyakit infeksi menular seksual herpes genital.

Apakah Cacar Api Menular?

Seseorang dengan cacar api bisa menularkan penyakitnya pada siapa saja yang tidak kebal terhadap cacar air. Ini biasanya terjadi melalui kontak langsung dengan luka terbuka dari ruam cacar api. Setelah terinfeksi, orang yang baru pertama kali terpapar akan terkena cacar air, bukan cacar api.

Faktor Risiko Cacar Api

Kondisi cacar api ini bisa dialami oleh siapa pun. Adapun beberapa faktor yang meningkatkan risiko terkena cacar api, yakni:

  • Usia di atas 50 tahun
  • Memiliki penyakit tertentu, terutama penyakit yang melemahkan sistem kekebalan seperti HIV/AIDS dan kanker
  • Menjalani pengobatan kanker
  • Radiasi atau kemoterapi
  • Mengkonsumsi obat-obatan tertentu, seperti penggunaan steroid yang berkepanjangan

Gejala Cacar Api

Tanda dan gejala cacar api biasanya hanya mempengaruhi sebagian kecil dari satu sisi tubuh. Gejala cacar api yang muncul yakni:

  • Nyeri, terbakar, mati rasa, atau kesemutan
  • Kepekaan terhadap sentuhan
  • Ruam merah yang dimulai beberapa hari setelah rasa sakit
  • Lepuh berisi cairan yang pecah dan mengeras
  • Gatal

Beberapa orang juga mengalami gejala seperti:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Kepekaan terhadap cahaya
  • Kelelahan

Gejala cacar api yang paling umum adalah muncul rasa nyeri. Bagi sebagian orang, rasa nyeri ini akan intens di beberapa lokasi. Bahkan beberapa dari mereka mengalami nyeri tanpa pernah mengalami ruam.

Paling umum, ruam cacar api berkembang sebagai garis lepuh yang meliputi sisi kiri atau kanan tubuh. Terkadang, ruam herpes zoster terjadi di sekitar satu mata atau di satu sisi leher atau wajah.

Pengobatan Cacar Api

Tidak ada obat pasti untuk cacar api. Tetapi, ini bisa diatasi dengan obat antivirus resep yang bisa untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi risiko komplikasi. Obat-obatan tersebut yaitu:

  • Asiklovir (Zovirax)
  • Famciclovir
  • Valasiklovir (Valtrex)

Cacar api atau herpes zoster ini juga bisa berkembang menjadi parah, jadi dokter mungkin meresepkan:

  • Patch topical capsaicin (Qutenza)
  • Antikonvulsan, seperti gabapentin (Neurontin)
  • Antidepresan trisiklik, seperti amitriptyline
  • Agen mati rasa, seperti lidokain, dikirim melalui krim, gel, semprotan atau patch kulit
  • Obat-obatan yang mengandung narkotika, seperti kodein
  • Suntikan termasuk kortikosteroid dan anestesi lokal

Cacar api umumnya berlangsung antara dua dan enam minggu. Kebanyakan orang mengalami cacar api hanya sekali, tetapi ada kemungkinan untuk mendapatkannya dua kali atau lebih.

Adapun beberapa pengobatan rumahan yang bisa dilakukan untuk meringankan rasa sakit, seperti:

Mandi air dingin atau menggunakan kompres dingin dan basah pada lepuh. ini bisa membantu meringankan rasa gatal dan nyeri.



Simak Video "Cara Agar Bisa Lebih Bahagia Menurut Sains"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)