Jumat, 20 Mei 2022 19:07 WIB

Sembelit: Penyebab, Gejala, Serta Komplikasinya

Rosiana Putri Muliandari - detikHealth
Beautiful girl is having severe stomach pain while traveling. Sembelit, gejala dan penyebabnya (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Sembelit atau konstipasi merupakan sebuah kondisi saat seseorang mengalami kesulitan buang air besar (BAB) atau frekuensi BAB kurang dari tiga kali seminggu. Kondisi ini dapat dialami oleh semua orang dari rentang umur yang besar, dari bayi hingga lansia.

Sembelit terjadi saat usus besar menyerap terlalu banyak air dari tinja, mengeringkannya, sehingga membuat tinja terlalu keras dan sulit untuk mendorong keluar dari tubuh.

Penyebab Sembelit

Dikutip dari Medical News Today, terdapat berbagai variasi penyebab sembelit. Beberapa variasi itu adalah dari gaya hidup yang kurang baik seperti kurangnya serat dalam makanan, tidak mengonsumsi air putih yang cukup, atau aktivitas fisik yang kurang.

Tidak hanya itu, kondisi medis lainnya juga dapat menjadi penyebab sembelit. Beberapa kondisi medis tersebut adalah sindrom iritasi usus besar, masalah kolorektal lainnya, atau kemoterapi.

Gejala Sembelit

Setiap orang cenderung memiliki gejala sembelit yang berbeda dari orang lain. Meski begitu, dikutip dari Cleveland Clinic, beberapa gejala umum sembelit adalah:

  • Buang air besar kurang dari tiga kali seminggu
  • Kotoran kering, keras dan/atau kental.
  • Kotoran sulit atau menyakitkan untuk dikeluarkan.
  • Mengalami sakit perut atau kram.
  • Merasa kembung dan mual

Komplikasi Sembelit

Meski kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya, jika gejala sembelit terus ada dan tidak ditangani akan muncul komplikasi lainnya yang lebih berbahaya.

Dikutip dari Mayo Clinic, beberapa komplikasi tersebut adalah:

  • Pembengkakan pembuluh darah di anus (wasir): Menahan untuk buang air besar dapat menyebabkan pembengkakan di pembuluh darah di dalam dan di sekitar anus.
  • Robek kulit di anus (fisura anus): Kotoran yang besar atau keras dapat menyebabkan robekan kecil di anus.
  • Feses yang tidak bisa dikeluarkan (impaksi fekal): Sembelit kronis dapat menyebabkan akumulasi tinja yang mengeras yang tersangkut di usus.
  • Usus yang menonjol dari anus (prolaps rektal): Menahan untuk buang air besar juga dapat menyebabkan sejumlah kecil rektum meregang dan menonjol dari anus.

Pengobatan Sembelit

Untungnya, berbagai jenis obat-obatan pencahar sudah tersedia di apotek dan tidak selalu membutuhkan resep dari dokter. Meski begitu, terdapat juga beberapa cara pengobatan yang dapat dilakukan di rumah.

Dikutip dari Healthline, beberapa cara tersebut adalah:

  • Setiap hari, minum 1,5 hingga 2 liter cairan tanpa pemanis
  • Batasi konsumsi alkohol dan minuman berkafein, yang menyebabkan dehidrasi
  • Tambahkan makanan kaya serat ke dalam diet dan kurangi makanan rendah serat, seperti daging, susu, keju, dan makanan olahan
  • Berolahraga sebanyak 150 menit setiap minggu, dengan target 30 menit per hari setidaknya lima kali per minggu
  • Jika merasa ingin buang air besar, jangan tunda karena semakin lama menunda, semakin keras tinja
  • Angkat lutut dengan meletakkan kaki di atas tumpuan kaki saat buang air besar
  • Hati-hati dan menghemat penggunaan obat pencahar, jangan mengonsumsinya lebih dari 2 minggu tanpa arahan dari profesional

Pencegahan Sembelit

Cara utama dalam pencegahan sembelit adalah dengan memperbaiki gaya hidup yang buruk. Beberapa cara yang dapat dicoba adalah dengan rajin minum air putih, mengonsumsi banyak serat (buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian), dan jangan menunda untuk BAB.

Kapan Harus ke Dokter?

Sangatlah disarankan untuk pergi ke dokter jika muncul gejala berikut:

  • Ketidaknyamanan parah atau gejala yang memburuk
  • Sembelit yang dimulai tiba-tiba tanpa alasan yang jelas
  • Sembelit berkelanjutan yang tidak merespons saat telah merubah gaya hidup
  • Darah dalam tinja atau pendarahan dari dubur
  • Nyeri konstan di perut atau punggung bawah
  • Kesulitan mengeluarkan gas
  • Demam
  • Muntah
  • Penurunan berat badan yang tidak terduga



Simak Video "Penggunaan Ganja Medis Juga Punya Risiko, Apa Saja?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)