Selasa, 24 Mei 2022 21:41 WIB

Gondongan: Penyebab, Komplikasi, Hingga Pengobatannya

Rosiana Muliandari - detikHealth
Mother touching glands of her sick child, cute little girl. Daughter sitting on bed and holding teddy bear. Mengenal gondongan, gejala, penyebab, dan pengobatannya. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Gondongan merupakan sebuah infeksi virus yang mempengaruhi kelenjar penghasil air liur yang terletak di dekat telinga. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan pada salah satu atau kedua kelenjar tersebut.

Penyakit ini cenderung muncul pada anak-anak, tapi, juga dapat menyerang orang dewasa. Komplikasi gondongan juga lebih sering terjadi pada orang dewasa.

Penyebab Gondongan

Dikutip dari Cleveland Clinic, penyebab utama gondongan adalah infeksi sebuah virus yang disebut sebagai paramyxovirus.

Saat virus tersebut berada di saluran pernapasan bagian atas, virus itu menyebar dari orang yang terinfeksi ke orang lain melalui kontak dengan air liur atau sekresi pernapasan seperti lendir.

Gondongan juga dapat menular melalui kontak dengan benda-benda seperti mainan atau cangkir minum yang telah terinfeksi oleh orang yang sakit.

Gejala Gondongan

Beberapa orang yang memiliki gondongan kadang tidak memiliki gejala atau gejala yang sangat ringan. Ketika tanda dan gejala berkembang, biasanya muncul sekitar dua hingga tiga minggu setelah terpapar virus.

Gejala utama penyakit gondong adalah adanya pembengkakan kelenjar ludah-dekat telinga-yang menyebabkan pipi menggembung. Dikutip dari Mayo Clinic, beberapa gejala lainnya yang mungkin muncul adalah:

  • Nyeri pada kelenjar ludah yang membengkak di satu atau kedua sisi wajah
  • Sakit saat mengunyah atau menelan
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Kelemahan dan kelelahan
  • Kehilangan selera makan

Komplikasi Gondongan

Meskipun jarang, komplikasi yang terjadi karena gondongan dapat bersifat sangat serius dan cenderung terjadi pada orang dewasa. Dikutip dari laman John Hopkins Medicine, beberapa komplikasi tersebut adalah:

  • Meningitis atau ensefalitis: Peradangan pada selaput yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang atau radang otak.
  • Orkitis: Peradangan pada salah satu atau kedua testis.
  • Mastitis: Peradangan jaringan payudara.
  • Ooforitis: Peradangan pada salah satu atau kedua ovarium.
  • Pankreatitis: Peradangan pankreas.
  • Ketulian

Pengobatan Gondongan

Tidak ada pengobatan khusus untuk gondongan, tapi, perawatan biasanya terbatas pada obat-obatan untuk rasa sakit dan banyak cairan. Terkadang istirahat di tempat tidur diperlukan pada beberapa hari pertama.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC), orang dewasa harus istirahat dari pekerjaan selama 5 hari setelah kelenjar mulai membengkak. Anak-anak harus tetap libur sekolah sampai gejalanya berkurang.

Baik orang dewasa maupun anak-anak dengan gejala gondongan harus mengurangi kontak dengan orang lain yang tinggal di rumah mereka. Mempraktikkan kebersihan dasar yang baik, seperti mencuci tangan secara menyeluruh, juga penting dalam pengendalian penyakit ini.

Pencegahan Gondongan

Cara pencegahan gondongan yang paling efektif adalah dengan vaksin campak, gondok, dan rubella atau MMR. Biasanya, dosis pertama vaksin MMR diberikan saat anak berusia 12 hingga 15 bulan, dan dosis kedua diberikan pada usia 4 hingga 6 tahun.

Namun, jika 28 hari telah berlalu sejak dosis pertama diberikan, dosis kedua dapat diberikan sebelum usia 4 tahun. Untungnya, orang yang pernah menderita gondong akan kebal seumur hidup.



Simak Video "Sering Diremehkan, Gondongan Bisa Berakibat Mandul pada Pria"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)