Rabu, 25 Mei 2022 13:15 WIB

Katarak: Penyebab, Jenis, Serta Cara Pencegahannya

Rosiana Muliandari - detikHealth
ilustrasi mata Mengenal katarak, gejala, penyebab, hingga pengobatannya. (Foto ilustrasi: thinkstock)
Jakarta -

Katarak adalah sebuah daerah keruh atau 'kabut' yang berkembang pada lensa mata yang biasanya jernih. Kondisi ini cenderung tidak menyebabkan rasa sakit, dapat terjadi di kedua mata, dan biasa dialami di usia lansia.

Normalnya, agar mata dapat melihat, cahaya melewati lensa bening. Lensa tersebut berada di belakang iris, bagian berwarna dari mata. Lensa memfokuskan cahaya sehingga otak dan mata dapat bekerja sama untuk memproses informasi menjadi sebuah gambar.

Ketika katarak menutupi lensa, mata tidak dapat memfokuskan cahaya dengan cara yang sama. Hal ini menyebabkan penglihatan kabur atau kehilangan penglihatan lainnya.

Penyebab Katarak

Dikutip dari Cleveland Clinic, lensa mata sebagian besar terdiri dari air dan protein. Dari waktu ke waktu, protein tersebut dan protein yang tertinggal ini dapat membuat lensa mata menjadi keruh, sehingga sulit untuk melihat dengan jelas.

Meski begitu, ada beberapa faktor lainnya yang dapat mempercepat katarak mata seperti diabetes, penggunaan obat-obatan tertentu, cedera atau operasi mata, dan terlalu sering beraktivitas di bawah matahari tanpa menggunakan proteksi mata seperti kacamata hitam.

Gejala Katarak

Katarak merupakan suatu hal yang biasa terjadi seiring mata seseorang makin tua. Umumnya, gejala katarak mata adalah:

  • Penglihatan yang berawan, buram, berkabut, atau tidak jelas.
  • Kepekaan terhadap sinar matahari yang cerah, lampu atau lampu depan kendaraan.
  • Melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu
  • Perubahan resep kacamata, termasuk rabun jauh mendadak.
  • Penglihatan ganda
  • Perlu cahaya yang lebih terang untuk membaca
  • Kesulitan melihat di malam hari
  • Perubahan cara melihat warna

Jenis-jenis Katarak

Terdapat berbagai jenis katarak. Biasanya, kondisi ini diklasifikasikan sesuai dengan letak atau cara katarak tersebut muncul. Dikutip dari Healthline, beberapa jenis katarak adalah:

  • Katarak nuklear: Jenis ini terbentuk di tengah lensa dan menyebabkan nukleus, atau bagian tengah mata, menjadi kuning atau coklat.
  • Katarak kortikal: Berbentuk baji (wedge) dan terbentuk di sekitar tepi nukleus.
  • Katarak kapsular posterior: Katarak ini terbentuk lebih cepat daripada katarak nuklear dan kortikal dan mempengaruhi bagian belakang lensa.
  • Katarak kongenital: Muncul saat lahir atau terbentuk selama tahun pertama bayi, jenis ini lebih jarang terjadi dibandingkan katarak terkait usia.
  • Katarak sekunder: Merupakan katarak disebabkan oleh penyakit atau obat-obatan tertentu.
  • Katarak traumatis: Biasa berkembang setelah cedera pada mata, tapi, dapat memakan waktu beberapa tahun untuk hal ini terjadi.
  • Katarak radiasi: Dapat terbentuk setelah seseorang menjalani pengobatan radiasi untuk kanker.

Pengobatan Katarak

Satu-satunya cara untuk mengobati katarak adalah dengan operasi mata. Dikutip dari WebMD, jika memiliki masalah penglihatan ini di tahap yang masih awal, lensa kacamata yang lebih kuat dapat membuat penglihatan lebih baik untuk sementara waktu.

Jika kesulitan membaca, cobalah menggunakan lampu yang lebih terang atau kaca pembesar. Namun, jika silau menjadi masalah utama, bisa dicoba menggunakan kacamata khusus yang memiliki lapisan anti-silau. Kacamata itu dapat membantu ketika mengemudi di malam hari.

Sangat penting untuk diingat jika katarak mata telah mempengaruhi aktivitas sehari-hari, apalagi jika membuat mengemudi sangat berbahaya, baik untuk segera ke dokter untuk konsultasi mengenai operasi.

Pencegahan Katarak

Tidak ada cara khusus untuk sepenuhnya mencegah katarak. Hal itu karena kondisi ini merupakan suatu hal yang cenderung terjadi saat proses penuaan. Meski begitu, terdapat beberapa cara untuk mengurangi risiko mendapatkannya seperti:

  • Lindungi mata dari sinar UVB dengan memakai kacamata hitam di luar.
  • Lakukan pemeriksaan mata secara teratur
  • Berhenti merokok
  • Makan buah dan sayur yang mengandung antioksidan
  • Menjaga berat badan yang sehat
  • Memperhatikan kondisi diabetes dan kondisi medis lainnya.



Simak Video "Teknologi Semi-Robotic Surgery Permudah Operasi Katarak dan Retina"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)