Rabu, 25 Mei 2022 16:48 WIB

Obat Hipertensi Bisoprolol: Dosis, Efek Samping, dan Cara Penggunaannya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
A woman opens her mouth for lots of colorful pills on a spoon. Ilustrasi obat hipertensi Bisoprolol (Foto: iStock)
Jakarta -

Bisoprolol merupakan obat beta blocker yang membantu menjaga tekanan darah tetap terkontrol dengan baik. Bisa juga digunakan untuk mengobati penyakit jantung, seperti angina pectoris (nyeri dada) dan gagal jantung.

Dikutip dari Monthly Index of Medical Specialities (MIMS) Indonesia, Bisoprolol bekerja dengan cara memperlambat detak jantung dan membuat jantung lebih mudah untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Selain itu, Bisoprolol hanya tersedia dalam bentuk tablet.

Dosis obat Bisoprolol

Penting! jangan pernah mengurangi dosis ataupun menambahkannya tanpa instruksi dari dokter. Berikut aturan dosisnya.

Dosis untuk hipertensi dan angina pectoris (oral)

  • Dewasa: Awalnya diberikan 5 mg sekali sehari yang disesuaikan dengan respon. Dilanjutkan dengan dosis biasa 10 mg sekali sehari. Maksimal dosis 20 mg setiap hari.

Dosis untuk gagal jantung kronis

  • Dewasa: awalnya diberikan 1,25 mg sekali sehari. Dapat digandakan setelah 1 minggu jika ditoleransi, kemudian ditingkatkan secara bertahap dengan interval 1-4 minggu. Maksimal dosis 10 mg sekali sehari.

Efek samping obat Bisoprolol

Terdapat sejumlah efek samping dari obat Bisoprolol yang perlu diwaspadai, yaitu:

  • Pusing
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Mulut kering
  • Ruam
  • Sakit perut
  • Muntah
  • Diare
  • Sembelit
  • Masalah dengan penglihatan
  • Kesulitan tidur

Beri tahu atau hubungi dokter segera apabila mengalami efek samping di atas.

Cara penggunaan obat Bisoprolol

Obat Bisoprolol dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makan. Cobalah untuk meminumnya pada waktu yang sama setiap hari agar hasil yang diberikan efektif.

Apabila terlewat beberapa menit untuk minum obat, sesegera mungkin diminum. Namun jika sudah terlewat beberapa waktu yang cukup lama, dianjurkan untuk melewati dosis yang terlewat.

Jangan menggandakan dosis dalam keadaan apapun dan harus sesuai instruksi yang diberikan. Juga, jangan lupa beritahu dokter atau apoteker apabila memiliki kondisi, seperti:

  • Detak jantung lambat
  • Gagal jantung yang tidak terkontrol
  • Sindrom sinus sakit
  • Tekanan darah rendah
  • Penyakit paru-paru yang parah
  • Asma yang tidak terkontrol
  • Obstruksi paru-paru yang parah
  • Sindrom Raynaud yang parah (sirkulasi darah yang buruk yang membuat jari kaki dan jari mati rasa dan pucat)
  • Phaeochromocytoma yang tidak diobati (tumor kelenjar adrenal)
  • Asidosis metabolik (suatu kondisi ketika ada terlalu banyak asam dalam darah)

Pasalnya, penyakit yang disebutkan di atas ini kemungkinan tidak cocok untuk mengkonsumsi obat Bisoprolol



Simak Video "Waspada! Dokter Jantung Ungkap Pemicu Stroke di Usia Muda"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/fds)