Hipertensi Bisa Jadi Silent Killer, Begini Cara Mencegah Risiko Fatal!

ADVERTISEMENT

Hipertensi Bisa Jadi Silent Killer, Begini Cara Mencegah Risiko Fatal!

Yudistira Perdana Imandiar - detikHealth
Rabu, 25 Mei 2022 16:56 WIB
Shutterstock
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang tidak dapat disepelekan. Penyakit ini bisa mengakibatkan risiko fatal tanpa tanda-tanda sebelumnya.

Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi adalah kondisi tekanan darah melebihi batas normal. Berdasarkan American Heart Association, tekanan darah yang termasuk dalam batas normal adalah kurang dari 120 / 80 mmHg, sedangkan yang masuk ke dalam kategori hipertensi adalah lebih dari sama dengan 130/80 mmHg. Kondisi tekanan darah di antara kedua batas itu dikategorikan sebagai prehipertensi.

Faktanya, hipertensi sesungguhnya disebut sebagai silent killer atau pembunuh senyap. Hal ini lantaran hipertensi sering kali dialami tanpa adanya gejala yang terlihat jelas. Akibatnya, banyak orang yang tidak menyadari dirinya terkena hipertensi. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) diperkirakan sekitar 46% dari penderita hipertensi tidak menyadari dirinya terkena hipertensi.

Hal tersebut sering kali berakibat fatal, karena kondisi hipertensi tidak dapat segera dikontrol dengan baik. Selain itu, hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian dini di dunia. Pengukuran tekanan darah secara rutin penting untuk mendeteksi hipertensi sedini mungkin, rutin melakukan sangat bermanfaat.

Pentingnya Penanganan Dini

Deteksi dini akan bermanfaat agar kondisi hipertensi dapat segera dikontrol. Tanpa penanganan yang tepat dan cepat, hipertensi menjadi sangat berbahaya karena dapat berkaitan dengan berbagai macam komplikasi kesehatan.

Tekanan darah yang tinggi dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah. Kondisi ini kemudian mendorong terjadinya penumpukan kadar kolesterol jahat pada pembuluh darah dan menyebabkan penyumbatan.

Beberapa gangguan kesehatan yang dapat timbul akibat hipertensi antara lain peningkatan risiko penyakit jantung, stroke, gagal jantung, dan serangan jantung. Hipertensi juga dapat merusak pembuluh darah di sekitar mata yang kemudian menyebabkan gangguan penglihatan. Selain itu, hipertensi juga dapat merusak pembuluh darah di sekitar ginjal dan mengganggu kerja dan fungsi ginjal.

Pola Hidup Sehat untuk Cegah Hipertensi

Selain rutin melakukan pengukuran tekanan darah, menjalankan pola hidup sehat untuk mencegah hipertensi tentunya tidak kalah penting. Pastikan untuk menjaga berat badan dalam kisaran normal karena obesitas berkaitan dengan peningkatan risiko hipertensi. Rutin berolahraga minimal 150 menit setiap minggunya juga bermanfaat. Tak lupa, pola makan sehat dengan memilih makanan kaya nutrisi yang bervariasi sangat penting. Sebagai bagian pola makan sehat, membatasi asupan garam harian untuk menjaga tekanan darah tentu tidak boleh terlewatkan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merekomendasikan pembatasan asupan garam harian maksimal 5 gram atau 1 sendok teh garam per hari.

Salah satu yang dapat dilakukan untuk membatasi asupan garam adalah dengan memilih produk rendah garam seperti produk kecap manis, kecap asin, saus tiram, sambal terasi, dan mie shirataki rendah garam dari Tropicana Slim. Walaupun lebih rendah garam, semua produk Tropicana Slim ini tetap memiliki rasa yang enak. Anda bisa tetap sehat tanpa perlu mengorbankan rasa makanan dengan Tropicana Slim.



Simak Video "Waspada! Dokter Jantung Ungkap Pemicu Stroke di Usia Muda"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT