Rabu, 25 Mei 2022 18:46 WIB

Kesemutan: Penyebab, Faktor Risiko, Hingga Pencegahannya

Rosiana Muliandari - detikHealth
Ilustrasi Kesemutan Mengenal kesemutan, penyebab, dan cara mengatasinya. (Foto ilustrasi: shutterstock)
Jakarta -

Kesemutan atau parestesia merupakan sensasi 'geli' atau mati rasa yang sering muncul di tangan, lengan, atau kaki. Biasanya, kondisi ini terjadi karena saraf yang tertekan seperti saat terlalu lama duduk bersila atau lengan tertimpa saat tidur.

Kondisi ini bersifat sangat umum, hampir semua orang pasti pernah sesekali merasakannya. Kesemutan cenderung tidak sakit dan tidak berbahaya. Namun, terkadang, kondisi tersebut dapat menjadi gejala kondisi medis lainnya yang lebih berbahaya.

Penyebab Kesemutan

Biasanya, kesemutan yang ringan disebabkan oleh tekanan pada saraf. Kondisi kesemutan ini bisa terjadi saat menekuk kaki terlalu lama, misalnya duduk bersila atau saat tidur dengan tangan yang tertindih tubuh.

Namun, seperti dikutip dari Medical News Today, kesemutan dapat disebabkan oleh kondisi medis lainnya seperti:

  • Stroke
  • Sklerosis ganda
  • Tumor di sumsum tulang belakang atau otak
  • Kadar vitamin D atau vitamin lain yang tinggi
  • Diabetes
  • Fibromialgia
  • Tekanan darah tinggi
  • Infeksi
  • Cedera saraf

Gejala Kesemutan

Seseorang yang mengalami kesemutan mungkin akan merasakan sensasi 'geli', sakit atau nyeri terbakar, mati rasa di daerah yang terkena, rasa tertusuk atau gatal, hingga kulit panas atau dingin.

Faktor Risiko Kesemutan

Dikutip dari WebMD, seseorang yang memiliki diabetes tipe 1 dan 2 memiliki risiko mengalami kesemutan yang lebih tinggi. Selain itu, kekurangan vitamin dan sklerosis ganda-penyakit saat sistem kekebalan tubuh menggerogoti lapisan pelindung saraf-juga berisiko lebih tinggi.

Faktor risiko lainnya adalah carpal tunnel syndrome (CTS). Kondisi ini disebabkan saat terowongan kecil yang membentang dari pergelangan tangan ke telapak tangan bagian bawah menjadi terlalu sempit. Sindrom ini dapat disebabkan oleh gerakan berulang.

Pengobatan Kesemutan

Umumnya kesemutan dapat hilang dengan sendirinya saat tekanan pada saraf telah hilang. Contohnya seperti meluruskan kaki setelah kesemutan karena terlalu lama duduk bersila.

Tidak hanya itu, jika kesemutan disebabkan karena cedera dari gerakan yang berulang, seperti setelah olahraga, beberapa penyesuaian gaya hidup atau terapi fisik dapat membantu menyembuhkan kesemutan.

Namun jika kesemutan disebabkan oleh penyakit lain, mendapatkan pengobatan untuk penyakit tersebut berpotensi meringankan gejala kesemutan. Hanya saja jika saraf sudah terlalu rusak mungkin akan sulit untuk disembuhkan.

Pencegahan Kesemutan

  • Beberapa cara untuk mencegah parestesia kronis:
  • Hindari gerakan berulang, jika memungkinkan
  • Sering-seringlah beristirahat jika perlu melakukan gerakan berulang
  • Bangun dan bergeraklah sesering mungkin jika harus duduk dalam waktu lama
  • Jika menderita diabetes atau penyakit kronis lainnya, pemantauan dan pengelolaan penyakit yang cermat akan membantu menurunkan peluang mengalami parestesia.


Simak Video "Balon Udara dari Korsel Terbang ke Korut, Bawa Masker dan Vitamin"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)