Kamis, 19 Mei 2022 20:15 WIB

Rematik: Penyebab, Jenis, dan Gejalanya

Rosiana Muliandari - detikHealth
Asian woman suffering from pain in bone against gray background, Concept with hand arthritis grimace in pain Ilustrasi rematik (Foto: iStock)
Jakarta -

Rematik merupakan penyakit autoimun dan peradangan yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sendi, otot, tulang, dan organ-organ lainnya. Kumpulan penyakit rematik ini sering masuk ke dalam kategori 'radang sendi'.

Mirip dengan jenis radang sendi lainnya, rematik cenderung menyakitkan, kronis, dan progresif atau makin memburuk dari waktu ke waktu.

Penyebab Rematik

Dikutip dari laman resmi John Hopkins Medicine, para ahli belum menemukan penyebab pasti dari rematik. Meski begitu, terdapat beberapa faktor yang dipercaya menjadi penyebab rematik, yaitu:

  • Gen dan riwayat keluarga
  • Pilihan gaya hidup seperti kelebihan berat badan
  • Trauma
  • Infeksi
  • Masalah sistem saraf
  • Masalah metabolisme
  • Terlalu banyak keausan dan tekanan pada sendi atau persendian
  • Pemicu lingkungan
  • Hormon tertentu

Jenis Rematik

Menurut National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (NIAMS), terdapat lebih dari 100 jenis penyakit rematik. Namun, dikutip dari Everyday Health, beberapa jenis rematik yang umum ditemukan adalah:

Baca juga: Rematik
  • Ankylosing Spondylitis (AS): Penyakit ini cenderung menyerang tulang belakang, dan pada beberapa orang, sendi lengan dan kaki.
  • Fibromialgia: Gangguan rematik yang dikenal menyebabkan rasa sakit yang meluas, masalah tidur, kelelahan, dan masalah dengan memori atau konsentrasi.
  • Asam urat: Bentuk radang sendi yang ditandai dengan akumulasi kristal urat di sendi yang menyebabkan pembengkakan dan nyeri.
  • Septic Arthritis: Radang sendi yang tiba-tiba dan menyakitkan yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, arthritis menular dapat dengan cepat dan permanen merusak sendi.
  • Lupus: Penyakit autoimun sistemik yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan organ sendiri-dapat menyebabkan kerusakan pada sendi dan organ.
  • Ostreoartritis (OA): Bentuk radang sendi yang paling umum dan terkait usia yang menghancurkan tulang rawan yang dapat menyebabkan rasa sakit dan, dalam beberapa kasus, kecacatan.
  • Radang Sendi Psoriasis: Jenis radang sendi yang mempengaruhi beberapa orang yang menderita psoriasis dan, terutama, mempengaruhi kondisi kulit dan persendian.
  • Radang Sendi Reumatoid: Penyakit autoimun dan peradangan yang terjadi ketika sistem kekebalan secara keliru menyerang jaringan tubuh sendiri, dapat menyebabkan pembengkakan yang menyakitkan.

Gejala Rematik

Kondisi ini memiliki gejala yang berbeda sesuai dengan jenis rematik yang dialami. Tidak hanya itu, setiap orang mungkin mengalami gejala yang berbeda-beda. Berikut gejala rematik yang paling umum:

  • Nyeri sendi
  • Pembengkakan pada persendian
  • Kekakuan sendi yang berlangsung setidaknya 1 jam di pagi hari
  • Nyeri kronis atau nyeri tekan pada sendi atau persendian
  • Kehangatan dan kemerahan di area persendian
  • Gerakan terbatas pada sendi atau sendi yang terdampak rematik
  • Kelelahan

Komplikasi Rematik

Memiliki penyakit atau kondisi rematik sering meningkatkan risiko untuk mengembangkan kondisi kesehatan lainnya seperti:

  • Diabetes
  • Penyakit jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
  • Penyakit ginjal
  • Osteoporosis (massa tulang rendah)

Pengobatan Rematik

Terdapat berbagai jenis obat-obatan yang dapat membantu meringankan penyakit-penyakit rematik. Obat-obatan khusus untuk meringankan rasa sakit dan ketidaknyamanan juga dapat membantu penyakit ini.

Tidak hanya itu, terdapat juga beberapa cara pengobatan lainnya tanpa obat seperti latihan khusus, terapi fisik, terapi panas dan dingin, pemakaian elat, penahan, dan alat bantu lainnya, hingga operasi.

Pencegahan Rematik

Beberapa penyakit rematik, seperti asam urat, lupus, dan fibromialgia, belum memiliki cara pencegahan yang pasti. Meski begitu, di beberapa kasus, menghindari beberapa pemicu dapat menjadi salah satu pencegahannya.



Simak Video "Peneliti Beberkan Kemampuan Vaksin Merah Putih Melawan Varian Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)