Kamis, 26 Mei 2022 21:30 WIB

5 Fakta Korut Diamuk COVID-19 saat Tren Kasus Dunia Membaik

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Korea Utara sempat membantah adanya kasus COVID-19 di wilayahnya. Namun beberapa waktu lalu pemerintah setempat laporkan kasus pertama COVID-19 di negara itu. Foto: Getty Images
Jakarta -

Setelah dua tahun mengklaim bebas dari virus Corona, pemerintah Korea Utara (Korut) mengumumkan bahwa virus tersebut sudah masuk ke negara itu. Sebagai upaya mitigasi kasus, pemerintah langsung menerapkan kebijakan penguncian (lockdown) secara nasional.

Media resmi pemerintah melaporkan kasus tersebut disebabkan subvarian Omicron BA.2 yang terdeteksi di Pyongyang.

"Ada insiden darurat terbesar di negara ini, dengan lubang di bagian depan karantina darurat kami, yang telah dijaga dengan aman selama dua tahun tiga bulan terakhir sejak Februari 2020," kata media pemerintah yang dikutip dari Straits Times, Kamis (12/5).

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, berikut fakta-fakta terbaru kondisi Korea Utara yang dilanda COVID-19:

1. Catat Kasus Pertama

Pada Kamis (12/5), pemerintah Korea Utara resmi mengkonfirmasi wabah COVID-19 untuk pertama kalinya dan langsung melakukan penguncian (lockdown) nasional.

Dikutip dari Worldometers pada Kamis (26/5) pukul 12.00 WIB, kasus COVID-19 di Korea Utara mencapai 3,1 juta kasus dengan total kematian 68 jiwa.

2. Biang Kerok Penyebaran COVID-19 di Korut

Parade militer besar-besaran di Korea Utara pada 25 April 2022 lalu, diidentifikasi sebagai biang kerok penyebaran COVID-19. Dugaan ini berdasarkan hasil temuan sejumlah tentara yang berpartisipasi dalam acara tersebut dinyatakan positif COVID-19.

Radio Free Asia melaporkan, beberapa tentara yang ditugaskan sebagai penjaga perbatasan di Kota Sinuiju mula merasakan gejala COVID-19 pada awal bulan ini. Kota tersebut berada di seberang Sungai Yalu, berbatasan dengan China.

"Mereka mengalami demam tinggi dan gejala pernapasan akut. Setelah di tes oleh pihak berwenang bagian kesehatan, dikonfirmasi mereka terinfeksi varian Omicron," kata salah satu pejabat keamanan di Pyongan Utara.

Selanjutnya
Halaman
1 2