Jumat, 27 Mei 2022 13:45 WIB

Asam Urat: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Womans leg hurts, pain in the foot, massage of female feet at home Mengenal asam urat, penyebab, gejala, hingga pengobatannya. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Asam urat adalah salah satu jenis radang sendi yang terjadi karena adanya penumpukkan kristal asam urat. Kondisi yang juga dikenal dengan gout ini bisa terjadi pada area sendi mana pun, misalnya seperti pergelangan kaki, jari kaki, lutut, dan paling sering di jempol kaki.

Dalam kondisi normal asam urat dapat larut di dalam darah dan dikeluarkan melalui urine. Namun, pada kondisi tertentu, asam urat ini juga bisa menumpuk di dalam tubuh.

Penyebab Asam Urat

Penyakit asam urat ini disebabkan oleh jumlah tingkat asam urat yang lebih tinggi dari normal di dalam tubuh. Dikutip dari Medlineplus, kondisi ini bisa terjadi jika:

  • Tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat
  • Tubuh kesulitan membuang asam urat

Saat asam urat menumpuk di cairan sekitar sendi (cairan sinovial), kristal asam urat akan terbentuk. Kristal ini menyebabkan sendi menjadi meradang, menyebabkan rasa sakit, bengkak, dan kehangatan.

Namun, penyebab pasti dari penyakit asam urat ini masih belum diketahui pasti. Kondisi ini juga bisa diwariskan secara genetik.

Selain itu, kondisi asam urat ini lebih sering terjadi pada pria, wanita setelah menopause, hingga orang yang berusia lanjut. Kondisi ini lebih umum terjadi pada lansia.

Penyakit asam urat ini juga bisa terjadi pada orang dengan:

  • Diabetes
  • Penyakit ginjal
  • Kegemukan (obesitas)
  • Anemia sel sabit dan anemia lainnya
  • Leukemia dan kanker darah lainnya

Kondisi asam urat dapat terjadi setelah mengkonsumsi obat-obatan yang mengganggu pembuangan asam urat dari tubuh.

Gejala Asam Urat

Dalam kebanyakan kasus, penyakit asam urat hanya menyerang satu atau beberapa sendi yang terpengaruh. Bagian sendi yang paling sering mengalami asam urat misalnya sendi jempol kaki, lutut, atau pergelangan kaki.

Beberapa gejala asam urat, yakni:

  • Bengkak
  • Muncul rasa nyeri
  • Muncul rasa sakit yang tiba-tiba, biasanya sering terjadi di malam hari
  • Muncul rasa berdenyut yang menyiksa
  • Sendi terasa menghangat dan merah
  • Terasa sakit meski ditempatkan di tempat yang lembut
  • Terkadang muncul demam

Rasa sakit ini mungkin bisa menghilang dalam beberapa hari, tetapi dapat muncul kembali dari waktu ke waktu. Bahkan bisa memicu serangan tambahan yang akan berlangsung lebih lama.

Rasa sakit dan bengkak akibat penyakit asam urat ini paling sering hilang setelah serangan pertama muncul. Kebanyakan orang akan mengalami serangan sakit lagi dalam 6 sampai 12 bulan ke depan.

Beberapa orang juga mungkin mengalami asam urat kronis atau disebut juga artritis gout. Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan sendi dan hilangnya kemampuan gerak pada sendi. Orang dengan kondisi asam urat kronis ini akan mengalami nyeri sendi dan gejala lainnya hampir sepanjang waktu.

Faktor Risiko Asam Urat

Dikutip dari Arthritis.org, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit asam urat, yaitu:

  • Terlalu banyak mengkonsumsi makanan kaya purin, seperti daging merah dan beberapa jenis ikan (tuna, kerang, ikan sarden)
  • Konsumsi makanan dan minuman yang dimaniskan dengan sirup jagung fruktosa tinggi atau mengkonsumsi alkohol berlebihan
  • Kelebihan berat badan yang menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak asam urat
  • Memiliki riwayat asam urat dalam keluarga

Pengobatan Asam Urat

Pengobatan asam urat bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah terjadinya komplikasi, dengan cara menurunkan kadar asam urat dalam darah. Untuk meredakan gejalanya, pasien bisa mengkonsumsi obat-obatan seperti Colchicine, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), dan kortikosteroid

Sementara untuk mencegah terjadinya komplikasi, pasien bisa diberikan obat seperti allopurinol atau probenecid.

Dikutip dari laman CDC, penyakit asam urat ini masih bisa dicegah dengan beberapa hal, seperti:

  • Makan makanan yang sehat
  • Hindari makanan yang dapat memicu serangan asam urat, termasuk makanan tinggi purin (seperti diet kaya daging merah, jeroan, dan makanan laut)
  • Rutin berolahraga


Simak Video "Dokter: Gejala Penyakit Pasca-Lebaran Biasanya Tidak Spesifik"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)