Minggu, 29 Mei 2022 08:01 WIB

Pakar Minta Nama Vaksin Nusantara Diubah, Ini Alasannya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Young doctor giving COVID 19 vaccine to young woman at home Ilustrasi vaksin. (Foto: Getty Images/iStockphoto/MJimages)
Jakarta -

Pakar epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menyebut nama vaksin Nusantara sebaiknya tidak dimunculkan lantaran khawatir memicu kesalahpahaman di masyarakat.

"Perlu merubah namanya bukan vaksin Nusantara, karena menjadi misleading atau misinterpretasi yang seakan-akan itu sudah Nusantara," katanya kepada detikcom, Jumat (27/5/2022).

Dikcy mengatakan vaksin berbasis sel dentrintik sudah banyak, dan vaksin Nusantara bukan yang pertama mengembangkannya.

Penamaan Vaksin Nusantara, menurutnya telah memicu tanggapan beragam masyarakat, sebab sudah banyak jurnal internasional yang memberikan ulasan terkait sel dendritik.

"Vaksin berbasis sel dendritik ini kan review-nya sudah banyak. Kita bukan pionir dalam hal ini. Sel dendritik bukan inovasi Indonesia, ini sudah advance untuk melihat bagaimana potensi dari vaksin ini untuk COVID-19," katanya.

Sebelumnya, peneliti vaksin Nusantara mengumumkan jurnal vaksin Nusantara sudah dimuat secara internasional dalam tulisan bertajuk 'Dendritic cell vaccine as a potential strategy to end the Covid-19 pandemic, Why should it be Ex Vivo?', dirilis dua hari lalu Kamis (26/5/2022).

Peneliti menyebut alasan dipilihnya pendekatan dendritik untuk vaksin COVID-19 ialah SARS-CoV-2 menyebabkan disfungsi sel dendritik. Selain itu, sel dendritik bisa menghasilkan respons sel T yang kuat, bahkan berlangsung lebih lama dibandingkan respons humoral atau alamiah yakni 10 bulan setelah terinfeksi.



Simak Video "Seputar Kabar Gadis Bisa Jalan Lagi Usai Disuntik Vaksin Nusantara"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)