Minggu, 29 Mei 2022 09:30 WIB

Suami Korban Penembakan SD di Texas Meninggal akibat Serangan Jantung

Rosiana Muliandari - detikHealth
Aksi penembakan di SD Robb, Uvalde, Texas, menewaskan 21 orang, termasuk anak-anak. Bunga hingga boneka diletakkan di luar sekolah sebagai lambang duka cita. Penembakan SD di Texas, Amerika Serikat. (Foto: AP Photo/Jae C. Hong)
Jakarta -

Telah terjadi sebuah penembakan massal di Robb Elementary School, Uvalde, Texas pada hari Selasa lalu (24/5/2022). Kejadian ini merenggut 21 nyawa; 19 murid dan 2 guru.

Dikutip dari BBC, pada Kamis waktu setempat (26/5/2022), salah satu guru di sekolah tersebut, Irma Garcia, menjadi korban. Tak lama setelah mendengar kabar tersebut, sang suami, Joe Garcia meninggal karena serangan jantung.

Dari akun Twitter pribadinya, John Martinez, selaku keponakan dari Irma, menuliskan bahwa Joe 'meninggal karena kesedihan' tidak lama setelah kabar pembunuhan istrinya.

"Saya benar-benar kehilangan kata-kata untuk apa yang kita semua rasakan, tolong doakan keluarga kami, Tuhan kasihanilah kami, ini tidak mudah," tulis John.

Seorang afiliasi Fox lokal telah melaporkan bahwa Joe meninggal karena serangan jantung dua hari setelah Irma meninggal. Pasangan yang telah menikah selama 24 tahun ini memiliki empat anak, dua laki-laki dan dua perempuan yang berusia antara 12 hingga 23 tahun.

Setelah penembakan mematikan di Uvalde, John mengatakan kepada New York Times bahwa Irma ditemukan oleh petugas sedang "memeluk para murid dalam pelukannya sampai napas terakhirnya".

"Dia mengorbankan dirinya untuk melindungi anak-anak di kelasnya," tulis John di halaman penggalangan dana. "Dia adalah seorang pahlawan,"

Irma Garcia telah mengajar di Robb Elementary School selama 23 tahun. Mendiang Irma dan Eva Mireles, seorang guru yang juga tewas dalam penembakan itu, telah mengajar bersama selama lima tahun dan memiliki pengalaman mengajar selama lebih dari 40 tahun.

Pihak berwenang Texas mengidentifikasikan Salvador Ramos (18) sebagai pelaku penembakan. Tim taktis Patroli Perbatasan AS telah membunuh tersangka.

Dikutip dari Reuters, sebelum menembak dan membunuh 21 korban di Robb Elementary School, Ramos sempat mengirim tiga pesan media sosial pribadi dan menembak neneknya di rumah yang mereka tinggali.



Simak Video "Isi Surat Ibu yang Minta Ganja Medis Dilegalkan di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)