ADVERTISEMENT

Senin, 30 Mei 2022 14:16 WIB

Sesak Napas: Penyebab, Gejala, dan Kapan Harus ke Dokter

Rosiana Muliandari - detikHealth
Woman suffering an anxiety Sesak napas (Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz)
Jakarta -

Sesak napas, atau dyspnea, merupakan sebuah kondisi saat seseorang merasakan sesak di dada yang dapat membuat kesulitan untuk mengambil napas dalam-dalam, tidak menghirup oksigen yang cukup.

Hal ini bisa menjadi gejala kondisi kesehatan, seringkali berkaitan dengan penyakit jantung atau paru-paru. Namun, seseorang juga dapat mengalami dyspnea sementara setelah latihan yang intens atau aktivitas fisik lainnya.

Penyebab Sesak Napas

Dikutip dari Healthline, olahraga menjadi pemicu sesak napas jangka pendek yang paling umum. Sesudah melakukan olahraga yang berat, seseorang mungkin kesulitan untuk mendapatkan oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Untungnya, sesak napas yang disebabkan oleh olahraga, atau aktivitas fisik yang berat, dapat sembuh dengan sendirinya setelah istirahat sejenak.

Selain itu, sesak napas juga dapat diakibatkan oleh berbagai kondisi kesehatan lainnya. Beberapa kondisi tersebut yang dapat menyebabkan sesak napas jangka pendek adalah:

  • Gagal jantung mendadak
  • Tekanan darah rendah
  • Radang paru-paru (pneumonia)
  • Keracunan karbon monoksida
  • Anafilaksis (reaksi alergi parah)
  • Stres atau kecemasan
  • Suhu ekstrim
  • Emboli paru (bekuan darah di paru-paru)
  • Pneumotoraks (paru-paru kolaps)

National Health Service UK mengatakan bahwa jika merasakan sesak napas ringan dalam waktu lama dan bertahan lebih dari 1 bulan, dokter biasanya mendiagnosis sesak napas kronis. Beberapa penyebab sesak napas kronis adalah:

  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) parah yang meliputi emfisema dan bronkitis kronis
  • Penyakit paru interstisial (jaringan parut pada jaringan paru-paru)
  • Kanker paru-paru
  • Hipertensi paru
  • Obesitas
  • Efusi pleura (cairan di dada)
  • Penyakit jantung

Gejala Sesak Napas

Kondisi ini memiliki serangkaian gejala yang lumayan mudah untuk diidentifikasikan. Dikutip dari Medical News Today, beberapa gejala sesak napas adalah:

  • Sesak napas setelah beraktivitas atau karena kondisi medis
  • Merasa tercekik akibat kesulitan bernapas
  • Ritme bernapas yang tidak biasa (labored breathing)
  • Sesak di dada
  • Pernapasan yang cepat dan dangkal
  • Palpitasi jantung
  • Mengi (wheezing)
  • Batuk

Kapan Harus ke Dokter?

Sesak napas yang ringan atau jangka pendek cenderung dapat hilang dengan mudah. Namun, seperti dikutip dari Cleveland Clinic, segera hubungi dokter jika mengalami sesak napas yang parah, atau jika sesak napas mengganggu aktivitas sehari-hari.

Terkadang, sesak napas merupakan tanda keadaan darurat medis yang memerlukan perawatan segera. Pergi ke rumah sakit jika masih mengalami kesulitan bernapas setelah beristirahat selama 30 menit. Tidak hanya itu, segera dapat bantuan darurat jika muncul:

  • Jari atau bibir biru
  • Nyeri dada, terutama jika berkeringat dan mual
  • Jantung berdebar-debar (detak jantung cepat atau tidak teratur)
  • Demam tinggi
  • Stridor (suara bernada tinggi saat menghirup) atau mengi (suara bersiul) saat menarik atau keluar
  • Pergelangan kaki atau kaki bengkak.

Pengobatan Sesak Napas

Pengobatan kondisi ini akan tergantung pada penyebab masalahnya. Seseorang yang sesak napas karena terlalu banyak bekerja mungkin akan mendapatkan napas kembali begitu mereka berhenti, istirahat, dan rileks.

Dalam kasus yang lebih parah, oksigen tambahan akan dibutuhkan. Sesak napas karena PPOK dapat diobati dengan bantuan tenaga kesehatan.

Ini akan melibatkan pengembangan rencana perawatan yang membantu mencegah episode sesak napas akut dan memperlambat perkembangan penyakit secara keseluruhan.

Jika sesak napas terkait dengan asma, biasanya obat-obatan seperti bronkodilator dan steroid dapat meringankannya. Bila disebabkan oleh infeksi seperti pneumonia bakteri, antibiotik dapat meredakannya.

Kemudian, menurut The Dyspnea Lab, sebuah pusat penelitian yang memiliki spesialisasi dalam sesak napas, banyak orang dengan sesak napas menemukan bahwa aliran lembut udara sejuk di sekitar kepala dan wajah membantu memperbaiki gejala mereka.

Pencegahan Sesak Napas

Sesak napas cenderung dapat dicegah dengan cara yang lumayan sederhana. Beberapa cara tersebut adalah:

  • Menghindari menghirup bahan kimia yang dapat mengiritasi paru-paru, seperti asap cat dan knalpot mobil
  • Berlatih pernapasan dan/atau teknik relaksasi untuk meningkatkan fungsi pernapasan
  • Berhenti merokok, jika merokok, dan jangan mulai merokok jika sekarang tidak merokok
  • Mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat
  • Menghindari aktivitas pada saat suhu sangat panas atau sangat dingin, atau saat kelembapan tinggi
  • Pastikan peralatan bantuan oksigen berfungsi dengan baik sebelum digunakan.


Simak Video "Pakar Sebut Pasien Omicron Jarang Anosmia dan Sesak Napas"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT