ADVERTISEMENT

Selasa, 31 Mei 2022 11:37 WIB

Salah Kaprah Vape Lebih Aman dari Rokok Konvensional, Ini Kata Dokter

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
ilustrasi vape Ilustrasi vape. (Foto: iStock)
Jakarta -

Vape atau rokok elektrik kerap menjadi pilihan sejumlah orang untuk berhenti merokok konvensional. Namun, faktanya baik vape maupun rokok konvensional sama-sama bisa menimbulkan bahaya bagi tubuh lantaran adanya nikotin yang membuat adiksi atau kecanduan.

Hal ini diutarakan Ketua Kelompok Kerja bidang Rokok Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dr Feni Fitriani Taufik.

"Survei dari RSUP Persahabatan, 76 persen pengguna rokok elektronik juga mengalami adiksi. Itu wajar karena masih ada nikotinnya," beber dr Feni dalam webinar daring Hari Tanpa Tembakau Sedunia bersama PDPI, Senin (30/5/2022).

dr Feni menyebut survei ini juga menganalisis kadar kontinen dalam urine, yang belakangan terungkap jumlah metabolisme nikotin di tubuh pengguna vape jumlahnya mencapai lebih dari 200. menurutnya, kadar tersebut serupa dengan seseorang yang tengah mengonsumsi rokok konvensional sebanyak 5 batang.

"Artinya, tetap kadar nikotin itu tinggi di dalam tubuh. Nikotin itu hanya salah satu yang bisa terdeteksi.

"Mungkin kalau kita punya sarananya, metabolisme yang berbahaya bagi tubuh juga akan ditemukan," kata dia.

Nikotin dalam vape membuat seseorang tidak bisa berhenti mengonsumsi rokok, sehingga jumlah konsumsi tentu terus semakin meningkat.

"Artinya, jumlah bahan-bahan berbahaya yang seharusnya tidak masuk ke dalam tubuh itu juga makin meningkat. Tentu semakin besar risiko berbahayanya, akan semakin lama terpajan risiko terhadap penyakit juga akan semakin besar," pungkas dia.

Simak Video 'Wamenkes Sebut Perokok RI Meningkat 8 Juta Orang dalam 1 Dekade':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT