Tambah 8 Juta Perokok, Harga Naik Tak Hentikan Warga +62 Jajan Asap Tembakau

ADVERTISEMENT

Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Tambah 8 Juta Perokok, Harga Naik Tak Hentikan Warga +62 Jajan Asap Tembakau

Vidya Pinandhita - detikHealth
Selasa, 31 Mei 2022 13:45 WIB
Jakarta -

Meski prevalensi konsumsi rokok masyarakat Indonesia menurun seiring waktu, jumlah perokok aktif justru bertambah tahun demi tahun. Dalam 10 tahun terakhir, muncul sebanyak 8 juta perokok baru di Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono dalam acara peluncuran data Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021. Menurutnya, pengeluaran biaya rumah tangga warga Indonesia untuk rokok lebih besar dibandingkan untuk kebutuhan makanan sehat.

"(Prevalensi konsumsi rokok) mengalami penurunan dari 1,8 menjadi 1,6. Tapi jumlah konsumsi orang yang merokok meningkat, terjadi penambahan kira-kira 8 juta orang," terang Dante saat ditemui di Jakarta Selatan, Selasa (31/5/2022).

"Lebih lanjut lagi jumlah perokok meningkat jadi 120 juta di seluruh Indonesia. Penting bahwa angka promosi untuk rokok itu semakin lama semakin meningkat baik melalui media sosial, elektronik, maupun media lainnya. Yang paling signifikan adalah pengamatan melalui media internet," lanjutnya.

Naik Harga Tak Mempan Bikin Warga RI Stop Jajan Rokok

Dalam kesempatan tersebut juga, Dante menyinggung kenaikan harga rokok tak bisa secara signifikan menekan jumlah perokok. Nyatanya menurut survei, meski cukai rokok dinaikkan, Indonesia masih terus mencatat penambahan jumlah perokok.

"(Naik harga rokok) pun tidak signifikan untuk meningkatkan ketidakmauan mereka untuk merokok. Karena kita sudah menaikkan cukai rokok, harga rokok sudah tinggi tetapi angka yang merokok meningkat 8 juta orang dalam waktu 10 tahun," terangnya.

"Kita akan terus berupaya untuk memperbesar gambaran ini agar masyarakat Indonesia semakin teredukasi," pungkas Dante.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT