ADVERTISEMENT

Selasa, 31 Mei 2022 14:04 WIB

Apa Itu Buta Warna Parsial yang Disebut Gagalkan Calon Bintara Polri?

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Asian, Indian young woman rubbing her eye and holding eyeglasses. She is suffering with aching eyes while working long hours on computer at home. Apa itu buta warna parsial (Foto: iStock)
Jakarta -

Apa itu buta warna parsial? Kondisi yang disebut-sebut menjadi penyebab Fahri Fadillah Nur Rizky (21) gagal mengikuti pendidikan calon bintara Polri. Bahkan, kisahnya itu baru-baru ini viral di media sosial.

Awalnya, kisah gagalnya itu disebut karena 'ditukar siswa yang gagal'. Namun, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan mengungkap penyebab sebenarnya adalah buta warna parsial.

"Berdasarkan surat dari Mabes Polri sebelum para peserta mengikuti pendidikan, ada kegiatan supervisi yang dilakukan terhadap para peserta yang sudah lulus," katanya dalam konferensi pers, Senin (30/5/2022).

"Kemudian supervisi yang dipimpin ketua tim menyebutkan yang bersangkutan tidak memenuhi syarat dengan temuan buta warna parsial," jelasnya.

Lantas, apa itu buta warna parsial yang disebut diidap oleh Fahri? Simak informasi berikut.

Apa itu buta warna parsial?

Buta warna parsial atau defisiensi penglihatan merupakan ketidakmampuan mata dalam membedakan corak warna. Buta warna parsial bukan berarti tidak bisa melihat warna sama sekali, melainkan hanya terbatas pada warna-warna tertentu, misalnya merah-hijau atau biru-kuning.

Keterbatasan dalam membedakan warna ini umumnya jarang terjadi pada banyak orang sehingga perlu pengecekan secara khusus dengan bantuan dokter. Selain itu, buta warna lebih kerap dialami oleh pria dibandingkan wanita. 1 dari 12 pria dapat mengalami buta warna, sedangkan hanya 1 dari 200 wanita yang mengidap buta warna.

Apa itu buta warna parsial? Ini penyebabnya

Selain mengetahui apa itu buta warna parsial, masyarakat juga perlu tahu penyebabnya. Beberapa orang terlahir dengan kelainan buta warna, tetapi sebagian mengalaminya karena kondisi tertentu yang merusak sel kerucut, seperti:

  • Penyakit mata seperti glaucoma dan degenerasi makula
  • Penyakit otak dan saraf seperti Alzheimer dan multiple sclerosis
  • Efek obat tertentu seperti obat rheumatoid arthritis
  • Cedera otak atau mata

Apa itu buta warna parsial? Begini penglihatannya

Penglihatan buta warna parsial kemungkinan besar terjadi akibat kurangnya pigmen warna dalam mata sehingga ada beberapa jenis warna yang tidak mampu ditangkap oleh mata. Di dalam mata terdapat fotoreseptor berbentuk kerucut yang berisikan pigmen-pigmen peka cahaya guna mengenali warna.

Masing-masing kerucut memiliki kepekaan terhadap cahaya merah, hijau, atau biru. Kerucut dapat mengenali warna dengan cara menangkap gelombang panjang yang masuk dalam mata.

Kebanyakan kasus, seseorang yang mengidap buta warna parsial susah membedakan warna merah-hijau dibandingkan biru-kuning. Namun, pengidap buta warna parsial biru-kuning cenderung jarang terjadi. Apabila terjadi, biasanya lebih parah dibandingkan pengidap buta warna merah-hijau.

Hal tersebut terjadi karena seseorang yang buta warna biru-kuning biasanya juga memiliki buta warna merah-hijau sehingga warna akan terlihat netral atau abu-abu.

Apa itu buta warna parsial? Begini metode tesnya

Adapun sejumlah tes buta warna parsial yang juga perlu diketahui masyarakat selain tahu apa itu buta warna parsial. Tes buta warna parsial dilakukan dengan beberapa metode dengan bantuan dokter spesialis mata. Di antaranya:

1. Tes ishihara

Tes ishihara digunakan untuk mengecek pengidap buta warna merah-hijau. Metode tes ini berupa kartu dengan titik-titik yang memiliki warna dan ukuran berbeda-beda. Beberapa dari titik-titik tersebut membentuk satu atau dua digit angka. Seseorang dengan mata normal akan dapat melihat angka tersebut, sedangkan pengidap buta warna tidak dapat melihatnya.

2. Cambridge color test

Metode yang satu ini mirip dengan tes ishihara. Bedanya, tes ini menggunakan layar komputer. Seseorang akan diminta untuk mencari huruf "C" yang warnanya berbeda dari background warna aslinya. Huruf ini muncul secara acak dan seseorang perlu menekan salah satu tombol dari empat tombol yang disediakan jika melihat huruf tersebut.

3. Anomaloscope

Pada tes ini, seseorang akan melihat melalui kaca dan sebuah lingkaran. Setengah lingkaran berwarna kuning dan setengah lagi berwarna merah-hijau. Pengidap perlu menyamakan kedua potongan warna menjadi satu dengan kecerahan yang sama. Tes ini digunakan untuk mengecek buta warna merah-hijau.

4 Farnsworth-munsell 100 hue test

Tes berikutnya, menggunakan balok-balok dengan gradasi warna yang berbeda. Pasien hanya perlu menyusun warna balok dengan gradasi warna yang tepat. Metode ini digunakan untuk beberapa perusahaan yang memerlukan ketelitian dalam penggunaan warna.

Apa itu buta warna parsial dan adakah pengobatannya?

Sejauh ini masih belum ditemukan obat untuk buta warna parsial. Namun, jika penyebab buta warna parsial ini adalah penyakit atau cedera mata, pengidap masih bisa dibantu dengan menggunakan kacamata khusus atau kontak lensa. Ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penglihatan.

Bagi masyarakat yang penasaran apa itu buta warna parsial? Kondisi seseorang yang hanya bisa membedakan warna tertentu atau terbatas, misalnya merah-hijau atau biru-kuning.

Simak Video 'Klarifikasi Polisi soal Viral Curhatan Calon Bintara Gagal karena 'Ditukar'':

[Gambas:Video 20detik]



(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT