ADVERTISEMENT

Kamis, 02 Jun 2022 13:30 WIB

Buta Warna Total Vs Parsial, Apa Bedanya?

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Looking through glasses to black and white tulips focused in womens glasses. Color blindness. World perception during depression. Medical condition. Health and disease concept. Ilustrasi kacamata buta warna (Foto: Getty Images/iStockphoto/Maria Vonotna)
Jakarta -

Buta warna merupakan kondisi seseorang yang tidak mampu melihat perbedaan antara warna-warna tertentu. Biasanya kondisi ini dapat membuat pengidapnya merasa kesulitan untuk mengidentifikasi dan membedakan warna.

Dokter spesialis mata dr Zeiras Eka Djamal, SpM, dari Jakarta Eye Center (JEC) Cinere menjelaskan bahwa kondisi ini paling banyak dialami oleh pria dibandingkan wanita. Adapun penyebab dari buta warna sendiri mayoritas paling banyak adalah faktor genetik atau bawaan dari lahir.

"Mayoritas faktor genetik/bawaan dari lahir," tutur dr Zeiras saat dihubungi oleh detikcom, Rabu (1/6/2022).

Buta warna umumnya memiliki dua kategori, yaitu buta warna parsial dan ada yang total. Kedua kondisi tersebut memberikan penglihatan yang berbeda.

"Buta warna ada parsial dan ada yang total," kata dr Zeiras.

Apa sih bedanya?

Buta warna parsial atau defisiensi penglihatan merupakan ketidakmampuan mata dalam membedakan corak warna. Buta warna parsial bukan berarti tidak bisa melihat warna sama sekali, melainkan hanya terbatas pada warna-warna tertentu, misalnya merah-hijau atau biru-kuning.

Penglihatan buta warna parsial kemungkinan besar terjadi akibat kurangnya pigmen warna dalam mata, sehingga ada beberapa jenis warna yang tidak mampu ditangkap oleh mata.

Kebanyakan kasus, seseorang yang mengidap buta warna parsial susah membedakan warna merah-hijau.

"Parsial bisa berbeda-beda namun yang paling sering adalah red-green deficiency (sulit melihat warna hijau atau merah)," pungkas dr Zeiras.

Bagaimana dengan buta warna total?

dr Zeiras mengungkapkan bahwa kerusakan yang terjadi pada buta warna total dan parsial umumnya sama, yakni kerusakan pada sel-sel saraf. Hanya saja kerusakan yang terjadi pada buta warna total lebih meluas dibandingkan dengan buta warna parsial.

Hal ini lah yang membuat pengidap buta warna total memiliki penglihatan berwarna abu-abu, hitam, ataupun putih. Tak seperti pengidap buta warna parsial yang masih bisa melihat warna-warna tertentu.

"Prinsipnya sama bahwa terdapat kerusakan pada sel2 saraf mata yg berfungsi untuk mengenali saraf mata. Bila kerusakannya luas/total maka seseorang hanya bisa mengenali warna hitam/putih atau gradasi abu2. Hal inilah yg disebut sebagai buta warna total," ucapnya.

Pengidap buta warna rentan depresi?

Menurut dr Zeiras, pengidap buta warna bisa saja mengalami depresi atau stres apabila ingin mendaftar kerja yang bidangnya membutuhkan kemampuan mengenali warna. Jika sudah seperti ini, sebaiknya berdiskusi dengan keluarga untuk mencari solusinya.

"Biasanya depresi/stres kalau dia ingin masuk kerja/bidang yang membutuhkan kemampuan mengenali warna. Mungkin harus bisa berdiskusi antara dia dan keluarganya agar bisa mencari bidang lain sebagai alternatif," imbuh dr Zeiras.

baca juga



Simak Video "Kata Dokter Saraf soal Kaitan Flashlight ''Pengabdi Setan 2'' dengan Epilepsi"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT