Fakta Buta Warna Parsial, Kondisi yang Disebut Gagalkan Calon Bintara Polri

ADVERTISEMENT

Terpopuler Sepekan

Fakta Buta Warna Parsial, Kondisi yang Disebut Gagalkan Calon Bintara Polri

Rosiana Muliandari - detikHealth
Sabtu, 04 Jun 2022 12:09 WIB
Looking through glasses to black and white tulips focused in womens glasses. Color blindness. World perception during depression. Medical condition. Health and disease concept.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Maria Vonotna
Jakarta -

Fahri Fadillah Nur Rizky (21) disebut gagal mengikuti pendidikan calon bintara Polri karena mengalami buta warna parsial. Kisahnya sempat ramai dibicarakan di sosial media.

Awalnya, alasan ia gagal disebut karena 'ditukar siswa yang gagal'. Namun, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan kemudian mengungkap penyebab sebenarnya yaitu karena buta warna parsial.

"Berdasarkan surat dari Mabes Polri sebelum para peserta mengikuti pendidikan, ada kegiatan supervisi yang dilakukan terhadap para peserta yang sudah lulus," ujarnya dalam konferensi pers, Senin (30/5/2022).

"Kemudian supervisi yang dipimpin ketua tim menyebutkan yang bersangkutan tidak memenuhi syarat dengan temuan buta warna parsial," lanjutnya.

Sebenarnya, apa itu buta warna parsial? Berikut fakta-faktanya:

Ketidakmampuan Membedakan Corak Warna

Buta warna parsial, atau defisiensi penglihatan, adalah kondisi saat mata tidak mampu membedakan corak warna tertentu. Butuh pengecekan khusus dengan bantuan dokter untuk mengetahui jika seseorang mengalami kondisi ini.

Kondisi ini lebih sering dialami oleh pria dibandingkan wanita, 1 dari 12 pria dapat mengalami buta warna dan hanya 1 dari 200 wanita yang mengidap buta warna.

Disebabkan Oleh Faktor Genetik atau Kondisi Lainnya

Kebanyakan kasus kelainan buta warna ini disebabkan oleh faktor genetik, merupakan bawaan dari lahir. Tidak hanya itu, kelainan ini juga dapat terjadi jika adanya kerusakan di sel kerucut di mata, sel yang peka terhadap panjang gelombang cahaya.

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan kerusakan tersebut antara lain adalah penyakit mata seperti glaucoma dan degenerasi makula, penyakit otak dan saraf seperti Alzheimer dan multiple sclerosis, efek obat tertentu, atau cedera pada otak atau mata.

Sulit Bedakan Warna Merah-Hijau atau Biru-Kuning

Mata memiliki sebuah fotoreseptor berbentuk kerucut yang berisikan pigmen-pigmen peka cahaya guna mengenali warna. Masing-masing kerucut memiliki kepekaan terhadap cahaya merah, hijau, atau biru, membuat sel kerucut dapat mengenali warna dengan cara menangkap gelombang panjang yang masuk dalam mata.

Dalam buta warna parsial, kemungkinan besar, terdapay kekurangan pigmen warna dalam mata sehingga ada beberapa jenis warna yang tidak mampu ditangkap oleh mata.

Dalam kebanyakan kasus, seseorang yang mengidap buta warna parsial susah membedakan warna merah-hijau. Ada juga kasus yang lumayan jarang terjadi yaitu buta warna parsial biru-kuning,

Jika memiliki buta warna biru-kuning, kondisi tersebut cenderung lebih parah dibandingkan pengidap buta warna merah-hijau. Hal itu dikarenakan seseorang yang buta warna biru-kuning biasanya juga memiliki buta warna merah-hijau, sehingga warna akan terlihat netral atau abu-abu.

Perbedaannya Dengan Buta Warna Total

Meski jarang, buta warna juga dapat membuat seseorang sama sekali tidak dapat mengenali warna. dr Zeiras Eka Djamal, SpM, dokter spesialis mata dari Jakarta Eye Center (JEC) Cinere, menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi pada buta warna total dan parsial umumnya sama, yaitu kerusakan pada sel-sel saraf.

Namun, pengidap buta warna total hanya memiliki penglihatan berwarna abu-abu, hitam, ataupun putih, berbeda dengan pengidap buta warna parsial yang masih bisa melihat warna-warna tertentu.

"Bila kerusakannya luas atau total, maka seseorang hanya bisa mengenali warna hitam/putih atau gradasi abu-abu. Hal inilah yg disebut sebagai buta warna total," ucapnya pada detikcom, Rabu (1/6/2022).

Belum Ada Pengobatannya

Sayangnya, hingga kini, belum tersedia pengobatan atau terapi khusus untuk buta warna. dr Zeiras juga menambahkan bahwa penelitiannya masih berlangsung hingga sekarang.

"Pada prinsipnya saat ini tidak ada (pengobatan/terapi) namun memang penelitiannya masih berjalan," katanya.

Meski begitu, pengidap buta warna, umumnya, dapat dibantu untuk membedakan warna dengan beberapa kacamata yang sedang dikembangkan, walaupun tidak sempurna.

"Saat ini ada beberapa kacamata yang dikembangkan dan dikatakan bisa membantu seseorang untuk membedakan warna walaupun tidak sempurna,"



Simak Video "Tips Menjaga Kesehatan Mata Agar Tak Cepat Lelah"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT