Makan Durian Bisa Bikin Tekanan Darah Meningkat? Ini Faktanya

ADVERTISEMENT

Makan Durian Bisa Bikin Tekanan Darah Meningkat? Ini Faktanya

Inkana Putri - detikHealth
Selasa, 31 Mei 2022 16:24 WIB
Ilustrasi Makan Durian
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Durian menjadi salah satu buah yang difavoritkan masyarakat Indonesia. Selain punya bentuk dan rasa unik, durian banyak digemari karena terasa manis dan legit. Sayangnya, ada banyak pantangan makan durian.

Salah satunya, durian sering dikatakan dapat meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan hipertensi. Lalu, apakah benar durian bisa sebabkan penyakit darah tinggi? Penelitian mengenai durian dan tekanan darah sesungguhnya masih terbatas. Namun, berdasarkan data, pengaruh durian terhadap tekanan darah tampaknya berkaitan dengan jumlah yang dikonsumsi dan kondisi awal tekanan darah.

Sebuah penelitian terhadap responden pria berusia 20-22 tahun dengan tekanan darah normal menunjukkan konsumsi durian sebanyak 250 gram dan 500 gram tidak berkaitan dengan peningkatan tekanan darah.

Sementara itu, mengonsumsi durian 500 gram diketahui dapat meningkatkan denyut jantung dalam waktu setengah sampai dua jam setelahnya. Peningkatan denyut jantung ini teramati kembali setelah 2 jam konsumsi.

Adapun penelitian yang dipublikasikan pada International Journal of Food Properties ini dilakukan pada responden usia muda dalam kondisi sehat. Dengan demikian, toleransi konsumsi durian pada kelompok responden lain bisa jadi berbeda. Oleh karena itu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut pada mereka yang berusia lebih tua atau memiliki kondisi tekanan darah lebih tinggi, serta efek jangka panjang dari konsumsi durian.

Mengacu pada penelitian tersebut, meski pengaruh konsumsi durian terhadap tekanan darah belum dapat disimpulkan dengan pasti, konsumsi durian tentunya tetap perlu dibatasi. Pasalnya, meski mengandung serat dan beberapa jenis vitamin-mineral, durian juga termasuk buah tinggi kalori sehingga konsumsi berlebih dapat menyebabkan asupan kalori melonjak.

Cara Jaga Tekanan Darah

Efek konsumsi garam berlebih terhadap kenaikan tekanan darah telah banyak dibuktikan. US CDC pun menegaskan cara asupan garam berlebih dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah dan peningkatan risiko hipertensi. Untuk itu, penting menjaga asupan garam harian agar tidak melebihi batas maksimal. Kementerian Kesehatan RI mencatat batas maksimal konsumsi garam adalah 5 gram per hari. Meski angka batasan ini mungkin terasa banyak, namun banyak orang yang masih melewati batas ini lantaran mengonsumsi banyak makanan, saus, dan kecap yang tinggi garam.

Misalnya, konsumsi mie instan yang dapat mengandung 3,4 gram garam per bungkus, atau lauk praktis seperti sosis ayam yang mengandung 1,2 gram garam per batang, dan nugget mengandung 1,3 gram garam per 4 potong.

Tak hanya itu, kecap dan saus yang umum digunakan saat memasak dan makan juga tidak kalah tinggi garam. Bahkan, 1 sendok makan kecap asin bisa mengandung 1,7 gram garam, kecap manis mengandung 1,4 gram garam, dan saus tiram mengandung 1,5 gram garam.

Guna mengatasi hal ini, Anda bisa beralih menggunakan produk rendah garam dari Tropicana Slim dengan varian produk yang lengkap. Mulai dari Tropicana Slim Shirataki Noodles dan Tropicana Slim Shirataki Rice yang terbuat dari umbi shirataki, tidak hanya lebih rendah garam tapi juga rendah lemak dan tinggi serat.

Untuk memberikan rasa nikmat dan lebih sehat pada makanan, tersedia juga Tropicana Slim Kecap Asin, Tropicana Slim Kecap Manis, Tropicana Slim Saus Tiram, dan Tropicana Slim Sambal Terasi yang rendah garam. Dengan begitu, makanan bisa tetap terasa nikmat, namun tetap sehat.



Simak Video "KuTips: 5 Tips Biar Kamu Nggak Hipertensi "
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/fhs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT