ADVERTISEMENT

Jumat, 27 Mei 2022 14:10 WIB

Simak! Ini Pentingnya Pola Makan Sehat bagi Penderita Hipertensi

Atta Kharisma - detikHealth
Hipertensi Foto: shutterstock
Jakarta -

Bagi penderita hipertensi, mengadopsi pola hidup sehat penting dilakukan guna mengontrol tekanan darah. Rutin mengontrol tekanan darah penting dilakukan untuk menekan risiko komplikasi kesehatan yang mungkin muncul.

Sayangnya, sebagian penderita hipertensi yang telah mengkonsumsi obat merasa tidak perlu lagi melakukan pantangan untuk pola makan. Namun, apakah benar penderita hipertensi bisa makan dengan bebas asalkan sudah mengkonsumsi obat hipertensi?

Pola Makan Sehat

Sejatinya, penanganan kondisi hipertensi dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti menjaga berat badan dalam kisaran normal, mengatur pola makan, memeriksa tekanan darah secara rutin hingga mengkonsumsi obat-obatan sesuai anjuran.

Namun, data dari European Society of Cardiology menunjukkan mayoritas penderita hipertensi lebih menggantungkan diri pada obat ketimbang mengurangi asupan garam seperti yang dianjurkan dokter.

Faktanya, hal ini kurang tepat untuk dilakukan. Sebab, mengubah pola hidup agar lebih sehat dapat membantu mengendalikan tekanan darah. Tanpa pola hidup sehat seperti membatasi asupan garam, dosis obat yang diperlukan untuk mengontrol kondisi hipertensi malah bisa bertambah dan tidak memberikan hasil optimal.

Pola Makan bagi Penderita Hipertensi

Menurut informasi dari Cleveland Clinic, pola makan sehat yang perlu diterapkan oleh penderita hipertensi sebagai berikut.

  • Memperbanyak konsumsi buah dan sayur. Buah dan sayur kaya warna akan membantu tubuh beragam nutrisi yang bervariasi.
  • Mengkonsumsi biji-bijian yang kaya serat dan nutrisi seperti oat, nasi merah, barley dan gandum utuh.
  • Pilih sumber protein rendah lemak jenuh (lemak jahat) seperti daging rendah lemak, kacang-kacangan, telur, dan susu rendah lemak.
  • Kurangi konsumsi minuman manis tinggi gula karena cenderung tinggi kalori dan tidak memiliki kandungan nutrisi yang setara.

Selain itu, penderita hipertensi juga perlu mengurangi asupan garam harian. Data dari British Medical Journal menunjukkan membatasi asupan garam harian terbukti bermanfaat dalam menjaga tekanan darah. Bahkan, penelitian menunjukkan pembatasan asupan garam harian dapat menurunkan tekanan darah dalam durasi uji kurang dari 14 hari.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyarankan pembatasan garam maksimal 1 sendok teh per hari atau setara dengan 2.000 mg garam sodium per hari. Khusus bagi penderita hipertensi, American Heart Association menyarankan batasan ideal untuk mengurangi asupan garam hingga kurang dari 1.500 mg garam sodium per hari.

Dalam membatasi asupan garam harian, mengurangi konsumsi makanan olahan tentunya merupakan salah satu faktor penting. Selain itu, penggunaan kecap dan saus yang umumnya mengandung kadar garam tinggi juga perlu dibatasi.

Kendati demikian, bukan berarti penderita hipertensi tidak bisa mengkonsumsi garam sama sekali. Terlebih, kini telah tersedia produk rendah garam dari Tropicana Slim.

Berbagai varian produk rendah garam Tropicana Slim dapat membantu membatasi asupan garam tanpa khawatir mengurangi cita rasa. Misalnya, Tropicana Slim Kecap Manis dan Tropicana Slim Saus Tiram yang dapat melezatkan makanan sambil tetap mengontrol asupan garam harian.

Anda juga bisa mencoba Tropicana Slim Shirataki Noodle dan Shirataki Rice yang enak dan praktis, tentunya dengan kandungan kalori yang terkontrol, lebih rendah garam dan tinggi serat.



Simak Video "Ini Bahayanya Jika Hipertensi Tak Dikontrol"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT