ADVERTISEMENT

Selasa, 31 Mei 2022 19:00 WIB

FDA Tunda Uji Penjualan Bebas Obat Disfungsi Ereksi Cialis

Firdaus Anwar - detikHealth
Banana as a symbol of male penis in hand on a yellow background hidden by censorship. Sexual masturbation and orgasm, impotence problem. Self-pleasure concept. Foto: Getty Images/iStockphoto/Andrii Zastrozhnov
Jakarta -

Obat disfungsi ereksi tadalafil yang dijual dengan merek dagang Cialis selama ini hanya bisa digunakan atas resep dokter. Sampai kemudian muncul rencana untuk menjadikannya sebagai obat bebas (over the counter/OTC).

Sanofi, produsen dari Cialis, diketahui telah memiliki izin menjual Cialis sebagai obat bebas di Amerika Serikat, Eropa, dan Australia apabila memenuhi standar otoritas kesehatan di tiap daerah.

Terkait hal tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memutuskan menunda sementara uji penjualan bebas obat Cialis. Alasannya ada kekhawatiran pasien umum tidak dapat mempertimbangkan kondisi kesehatan dan waktu yang tempat mengonsumsi Cialis.

"FDA telah menginformasikan Sanofi bahwa uji penggunaan untuk mendukung perpindahan Cialis (tadalafil) dari obat resep menjadi OTC ditunda karena masalah desain protokol," ungkap Sanofi seperti dikutip dalam laman resminya pada Selasa (31/5/2022).

Cialis sendiri membutuhkan resep dokter karena berisiko menimbulkan efek samping, terutama bagi mereka dengan kondisi penyakit kardiovaskular. Sebagai contoh bila Cialis dikonsumsi bersamaan dengan obat jantung yang mengandung nitrat, dapat terjadi penurunan tekanan darah yang berbahaya.



Simak Video "HUT ke-77 RI, Epidemiolog Apresiasi Pengendalian Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT