ADVERTISEMENT

Rabu, 01 Jun 2022 17:33 WIB

Yakin Vape Lebih Sehat dari Rokok? Cek Faktanya di Sini!

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
ilustrasi vape Foto: iStock
Jakarta -

Dalam beberapa waktu terakhir, vape atau rokok elektrik mulai populer di kalangan remaja. Tidak sedikit yang menganggap vape lebih 'sehat' dari rokok konvesional karena kandungan nikotin yang rendah.

Anggapan tersebut dibantah oleh Wakil Menteri Kesehatan RI dr Dante Saksono Harbuwono. Ia menegaskan rokok elektrik sama bahayanya dengan rokok konvensional. Kandungan yang terdapat dalam rokok elektrik antara lain nikotin, zat kimia, serta perasa/flavour yang bersifat toxic/racun.

"Merokok elektrik itu sama bahayanya dengan merokok konvensional. Tidak ada bedanya risiko merokok konvensional dan elektrik, dua-duanya sama bahayanya baik itu sekarang dari segi sosial ekonomi maupun untuk masa depan masalah penyakit yang mungkin timbul dari aktivitas merokok elektrik," jelas Wamenkes dalam keterangan pers, Rabu (1/6/2022).

Dari hasil survei Global Adult Tobacco Survey (GATS) tahun 2021 menunjukkan prevalensi perokok elektrik naik dari 0,3 persen (2011) menjadi 3 persen (2021). Kemudian, prevalensi perokok remaja usia 13-15 tahun juga meningkat sebesar 19,2 persen.

Jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama, zat-zat ini bisa menyebabkan masalah kesehatan serius di masa depan seperti penyakit kardiovaskular, kanker, paru-paru, tuberkulosis, dan penyakit lainnya.



Simak Video "Rokok Elektrik Vs Rokok Konvensional, Mana yang Lebih Berbahaya?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT