ADVERTISEMENT

Kamis, 02 Jun 2022 15:15 WIB

Apa itu Kateter Urine? Kenali Jenis hingga Efek Sampingnya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Ilustrasi ginjal Apa itu kateter urine? Ilustrasi infeksi ginjal akibat kateter urine. Foto: Getty Images/iStockphoto/Ben-Schonewille
Jakarta -

Apa itu kateter urine? Pasalnya, baru-baru ini viral di media sosial seorang mahasiswi keperawatan Universitas `Aisyiyah Yogyakarta yang curhat memasang kateter urine pada pasien pria.

"Ketika aku harus masang kateter urin/DC untuk pasien cowok. Mana udah cakep, seumuran lagi," tulisnya dalam video di TikTok.

Tindakannya itu dinilai tak pantas dan melanggar etika profesi. Akibatnya ia akan diberi teguran dan ditarik dari tempat praktiknya.

"Selamat malam, terkait dengan viralnya salah satu mahasiswa kami. Terkait kasus tersebut kami sudah koordinasi dengan kaprodi keperawatan dan dekanat Fikes. Benar itu mahasiswa Unisa Yogya," tulis pihak kampus seperti dilihat detikcom dari akun Twitter @unisa_yogya pada Kamis (2/6/2022).

Berkaca dari peristiwa tersebut, apa itu kateter urine? Berikut informasi lengkapnya.

Apa itu kateter urine?

Dikutip dari laman National Health Service (NHS UK), Kamis (2/6/2022), kateter urine adalah alat bantu yang dipasang agar pasien bisa buang air kecil atau berkemih. Pemasangan alat ini dilakukan khusus untuk pasien yang tidak mampu buang air kecil sendiri dengan normal.

Pemasangan alat ini sangat penting untuk menghindari kondisi urine yang menumpuk dan menyebabkan tekanan pada ginjal. Apabila hal ini terjadi, tekanan tersebut dapat menyebabkan gagal ginjal dan mengakibatkan kerusakan permanen pada ginjal.

Pemasangan kateter biasanya dilakukan sampai pasien bisa buang air kecil sendiri, yang biasanya dalam waktu singkat.

Kapan kateter urine digunakan?

Selain tahu apa itu kateter urine, penting juga tahu kapan alat tersebut seharusnya digunakan. Dokter biasanya akan merekomendasikan pemasangan kateter urine apabila pasien mengalami kondisi, seperti:

  • Tidak bisa mengontrol buang air kecil
  • Inkontinensia urine
  • Mengalami retensi urine
  • Aliran urine tersumbat
  • Pembesaran kelenjar prostat yang parah
  • Operasi di area genital
  • Cedera pada saraf kandung kemih
  • Cedera saraf tulang belakang
  • Konsumsi obat-obatan tertentu

Tergantung pada jenis kateter yang dipakai dan alasannya digunakan, alat tersebut dapat dilepas setelah beberapa menit, jam atau hari, atau mungkin diperlukan untuk jangka panjang.

Jenis kateter urine

Terdapat dua jenis utama kateter urine, yaitu:

  • kateter intermiten: alat bantu ini digunakan untuk sementara, serta dimasukkan ke dalam kandung kemih dan dikeluarkan setelah kandung kemih kosong
  • Kateter menetap: jenis yang satu ini digunakan untuk jangka waktu yang cukup lama, seperi berhari-hari atau berminggu-minggu. Biasanya akan diganjal dengan balon yang menggembung di kandung kemih.

Banyak orang lebih suka menggunakan kateter menetap karena lebih nyaman. Juga, menghindari penyisipan berulang yang diperlukan dengan kateter intermiten. Namun, pemasangan kateter lebih cenderung menyebabkan masalah seperti infeksi.

Efek samping kateter urine

Adapun efek samping kateter urine yang perlu diwaspadai, seperti infeksi di uretra, kandung kemih, hingga ginjal. Jenis infeksi ini dikenal sebagai infeksi saluran kemih (ISK) dan biasanya perlu diobati dengan antibiotik.

Seseorang bisa mengidap ISK akibat dari penggunaan kateter jangka pendek maupun panjang. Itu sebabnya penting bahwa kateter harus dimasukkan dengan benar, dirawat dengan baik, dan hanya digunakan selama diperlukan.

Selain infeksi, kateter terkadang juga dapat menyebabkan masalah lain, seperti:

  • Kejang kandung kemih (mirip dengan kram perut)
  • Kebocoran
  • Penyumbatan
  • Kerusakan pada uretra

Jadi bagi masyarakat yang penasaran apa itu kateter urine? Ini adalah alat bantu seseorang untuk membuang urine atau air kencing. Pemasangan alat ini dilakukan khusus untuk pasien yang tidak mampu buang air kecil sendiri dengan normal.



Simak Video "Viral Mahasiswi Unggah Konten Kateter, Pihak Kampus dan RS Buka Suara"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT