ADVERTISEMENT

Sabtu, 04 Jun 2022 17:06 WIB

Rincian 500 Lebih Kasus Cacar Monyet di Dunia, Inggris Sumbang Terbanyak

Rosiana Muliandari - detikHealth
3D illustration. Genetic test in test tube. Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa kasus cacar monyet di seluruh dunia telah mencapai lebih dari 500 kasus.

Jumlah tersebut merupakan total kasus infeksi yang dikonfirmasi atau dicurigai dari beberapa negara dimana cacar monyet bukan merupakan sebuah endemi. Cacar monyet di beberapa negara di Afrika bagian barat atau tengah telah menjadi endemi.

Dr Rosamund Lewis, selaku pimpinan teknis WHO untuk cacar monyet, mengutarakan bahwa kejadian ini tidak pernah terjadi sebelumnya.

"Kami (WHO) melihat semua kasus muncul dalam waktu yang relatif singkat. Kami melihat bahwa dalam beberapa hari, dalam beberapa minggu, kami melihat lebih dari 500 kasus. Ini berbeda. Ini belum pernah terlihat sebelumnya," katanya, seperti dikutip dari CNN.

Dikutip dari Reuters, berikut rincian terbaru dari 500 lebih kasus cacar monyet dari seluruh dunia.

Eropa

Eropa menjadi wilayah dengan total penyumbang kasus paling banyak dan Inggris menjadi negara Eropa dengan kasus terbanyak yaitu 183 kasus per 1 Juni. Berikut rincian dari negara Eropa lainnya:

  • Spanyol: Mengkonfirmasi 13 kasus baru pada 2 Juni, sehingga total menjadi 156 kasus.
  • Portugal: Dikonfirmasi lima kasus baru pada 3 Juni, total sekarang 143 kasus.
  • Prancis: Pada 1 Juni, ada 33 kasus yang dikonfirmasi.
  • Jerman: Melaporkan kasus pertama pada 20 Mei dan total 33 per 29 Mei.
  • Belanda: Melaporkan kasus pertama pada 20 Mei dan telah mengkonfirmasi 40 kasus cacar monyet pada 2 Juni.
  • Austria: Melaporkan kasus pertama pada 22 Mei.
  • Belgia: Mendeteksi dua kasus pertamanya pada 20 Mei dan telah ada total 10 pada 31 Mei.
  • Republik Ceko: Kasus pertama dilaporkan pada 24 Mei dan telah mencapai total 5 kasus pada 2 Juni.
  • Denmark: Kasus pertama yang dikonfirmasi pada 23 Mei dan memiliki total 3 kasus pada 3 Juni.
  • Finlandia: Mengkonfirmasi kasus pertamanya pada 27 Mei.
  • Hungaria: Melaporkan kasus pertamanya pada 31 Mei.
  • Irlandia: Mengonfirmasi kasus pertamanya pada 28 Mei, dan sedang mencurigai kasus kedua.
  • Italia: Telah mendeteksi 20 kasus pada 1 Juni (sejak kasus pertama kali pada 19 Mei) dan tengah mencurigai satu lagi.
  • Latvia: Kasus pertama dikonfirmasi pada 3 Juni.
  • Norwegia: Melaporkan kasus pertamanya pada 31 Mei.
  • Slovenia: Telah melaporkan 2 kasus sejak yang pertama pada 24 Mei.
  • Swedia: Mengkonfirmasi kasus pertamanya pada 19 Mei dan memiliki total 5 kasus pada 2 Juni.
  • Swiss: Mengkonfirmasi kasus pertamanya pada 21 Mei.

Amerika

Kawasan benua Amerika menjadi penyumbang kasus cacar monyet terbanyak kedua di dunia. Per 2 Juni, Amerika Serikat mengkonfirmasi 21 kasus dari 10 negara bagian dan Kanada mengkonfirmasi 58 infeksi.

Selain itu, per 27 Mei, Argentina mengkonfirmasi kasus pertamanya. Selang satu hari, Meksiko juga melaporkan kasus konfirmasi cacar monyet pertama.

Asia-Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika (non-endemi)

Ketiga wilayah tersebut masih memiliki total kasus cacar monyet yang relatif lebih sedikit dari kedua wilayah lainnya. Per 3 Juni, Australia memiliki 5 kasus terkonfirmasi. Sehari sebelumnya, Maroko, sebuah negara di Afrika bagian Utara yang tidak termasuk wilayah endemi, melaporkan kasus pertamanya.

Selain Maroko, Israel juga melaporkan kasus pertama pada tanggal 21 Mei. Di bulan yang sama, tepatnya di tanggal 30, Uni Emirat Arab telah memiliki total kasus cacar monyet sebanyak 4 kasus.



Simak Video "Mengenal Cacar Monyet yang Mewabah di Sejumlah Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(Rosiana Muliandari/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT