ADVERTISEMENT

Sabtu, 04 Jun 2022 19:32 WIB

Tunda Kehamilan Boleh Saja, asal Perhatikan Hal Ini

Jihaan Khoirunnisaa - detikHealth
Morula IVF Foto: dok. Morula IVF
Jakarta -

Jumlah pasangan infertilitas di Indonesia setiap tahunnya terus meningkat. Kini tercatat sekitar 10-15% penduduk Indonesia mengalami infertilitas. Sementara prevalensi wanita usia subur yang mengalami infertilitas diperkirakan mencapai 6,08%.

Adapun prevalensi infertilitas tertinggi pada kelompok usia 20-24 tahun, yaitu sebanyak 21,3%. Sedangkan prevalensi infertilitas terendah pada usia 40-44 tahun yaitu 3,3%.

Di sisi lain, pasangan muda yang baru menikah justru lebih memilih untuk menunda memiliki momongan. Alasannya mulai dari ekonomi yang belum stabil hingga belum siap menjadi orang tua. Lantas, adakah dampak dari keputusan ini?

Sebenarnya, sah-sah saja bagi para pasangan muda untuk memutuskan segera memiliki anak atau tidak. Kendati demikian, tetap ada hal yang harus diperhatikan jika Anda dan pasangan memutuskan untuk tidak buru-buru memiliki anak. Sebab, menunda kehamilan bisa memberikan sejumlah dampak.

Menurut dr. Indra Anwar, Sp.OG dari Morula IVF Jakarta, menunda kehamilan dapat memberikan sejumlah dampak seperti menurunnya kesuburan baik laki-laki ataupun perempuan.

"Salah satu penyebab pastinya adalah pertambahan usia, yang dalam hal ini bisa menurunkan jumlah sel telur dalam ovarium dan membuat kualitas sperma tidak sempurna. Terutama pada wanita, penurunan kesuburan akan lebih cepat menginjak usia 35 tahun," jelas dr. Indra dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/6/2022).

Untuk diketahui, Perusahaan yang menawarkan program bayi tabung, Morula IVF Indonesia, bersama para dokter ahli yang terdiri dari dr. Indra Anwar, Sp.OG dari Morula IVF Jakarta, dr. Ivander R. Utama, F.MAS. Sp.OG, M.Sc dari Morula IVF Ciputat, dr. Reni Junita, SpOG dari Morula IVF Margonda dan dr. Sita Daniswati Utari, Sp.OG dari Morula IVF Tangerang menyelenggarakan Fertility Talkshow bertajuk 'Mengejar Dua Garis' yang masuk dalam rangkaian perayaan ulang tahun Morula IVF ke-24.

Talkshow ini diperuntukkan untuk para ibu dan calon ibu yang ingin mendapatkan penjelasan lebih lanjut seputar program kehamilan, khususnya program in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung. Selain itu juga pembahasan terkait masalah infertilitas yang sering ditemui pasangan suami istri, hingga dampak bila pasutri menunda kehamilan.

Dalam acara yang sama, dr. Ivander menjelaskan masalah kesuburan mungkin bukan satu hal yang perlu dikhawatirkan orang-orang yang menunda kehamilan, tetapi lebih kepada pola makan dan gaya hidup yang sehat.

"Pasti akan ada risiko yang menghantui para wanita yang akhirnya hamil setelah lama menunda. Ketika hamil di usia yang terlalu tua, ada risiko bayi mengalami cacat sejak lahir," tambah dr. Ivander.

Dari sisi medis, ketika pasutri memutuskan untuk hamil dan menjalani persalinan di atas usia 40 tahun biasanya akan menemukan kesulitan tersendiri. Sebab melahirkan pada usia tersebut membutuhkan usaha yang lebih keras, terutama pada persalinan normal.

"Selain itu kita harus kenali permasalahan tiap diri pasangan, bertambahnya usia pada calon ibu juga akan memengaruhi kondisi fisik dan organ-organ yang ada pada tubuh. Tak hanya usia, rahim wanita ternyata juga mengalami penuaan, dan kondisi yang tak lagi prima berpotensi memicu komplikasi kesehatan atau masalah infertilitas lainnya," jelas dr. Reni Junita, SpOG dari Morula IVF Margonda.

Meski memiliki risiko tersendiri, menunda kehamilan juga menjadi langkah yang baik untuk masa depan calon buah hati. dr. Sita Daniswati Utari, Sp.OG dari Morula IVF Tangerang. menjelaskan, kesiapan orang tua, baik secara gaya hidup, mental dan finansial bisa menjadi fondasi yang kokoh bagi tumbuh kembang anak.

"Ketika ingin memiliki momongan setelah beberapa waktu menunda, sebaiknya pasutri mendiskusikan program hamil yang terbaik dengan dokter agar tidak salah langkah, baik melalui inseminasi ataupun program bayi tabung (IVF)," paparnya.

Untuk itu Morula Indonesia membantu mewujudkan impian menjadi orang tua dengan program bayi tabung (IVF). Berpengalaman lebih dari 23 tahun, dengan menggunakan teknologi terbaru & sertifikasi internasional, Morula Indonesia telah membantu 100.000 pasangan di Indonesia, dengan tingkat keberhasilan kehamilan tertinggi hingga 72%, melalui program talk show kali ini Morula Indonesia memberikan paket Mid Year Anniversary Package untuk para pasangan suami istri.

Promo dari Morula Indonesia

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Lewat Bayi Tabung, Pasutri Bisa Pilih Jenis Kelamin Calon Bayi"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT