Apa Itu GERD? Kenali Penyebab, Gejala, dan Tips Mencegahnya

ADVERTISEMENT

Apa Itu GERD? Kenali Penyebab, Gejala, dan Tips Mencegahnya

Rosiana Putri Muliandari - detikHealth
Minggu, 05 Jun 2022 05:05 WIB
Gastroesophageal reflux disease GERD on a clinic desk.
GERD (Foto: iStock)
Jakarta -

GERD, atau gastroesophageal reflux disease, terjadi ketika asam lambung sering mengalir kembali ke kerongkongan, tabung yang menghubungkan mulut dan lambung. Naiknya asam lambung tersebut dapat mengiritasi lapisan kerongkongan.

Banyak orang mengalami naiknya asam lambung dari waktu ke waktu, tetapi GERD adalah naiknya asam lambung ringan yang terjadi setidaknya dua kali seminggu atau dengan tingkat sedang hingga parah yang terjadi setidaknya sekali seminggu.

Penyebab GERD

Dikutip dari Mayo Clinic, naiknya asam lambung disebabkan oleh kelemahan atau relaksasi katup esofagus bagian bawah. Biasanya, katup ini menutup rapat setelah makanan masuk ke lambung. Jika rileks ketika seharusnya tidak, isi perut naik kembali ke kerongkongan.

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan hal ini antara lain:

  • Terlalu banyak tekanan pada perut
  • Jenis makanan tertentu (misalnya, susu, makanan pedas atau gorengan) dan kebiasaan makan
  • Obat-obatan yang meliputi obat asma, tekanan darah tinggi dan alergi, serta obat penghilang rasa sakit, obat penenang, dan antidepresan
  • Hernia hiatus (bagian atas perut menonjol ke diafragma, menghalangi asupan makanan normal)

Gejala GERD

Tiap orang yang mengalami GERD memiliki gejala yang berbeda-beda. Meski begitu, dikutip dari Cleveland Clinic, beberapa gejala GERD yang paling umum adalah sebagai berikut:

  • Maag (heartburn)
  • Regurgitasi (makanan kembali ke mulut dari kerongkongan)
  • Perasaan makanan tersangkut di tenggorokan
  • Batuk
  • Sakit dada
  • Masalah menelan
  • Muntah
  • Sakit tenggorokan dan suara serak

Dikutip dari Healthline, jika bayi terlalu sering muntah atau memuntahkan kembali makanan, mungkin itu adalah tanda dari GERD. Jika bayi diduga menderita GERD, sangat disarankan untuk membawanya ke dokter. Selain itu, beberapa tanda lainnya adalah:

  • Penolakan untuk makan
  • Kesulitan menelan
  • Tersedak atau tersedak
  • Sendawa basah atau cegukan
  • Iritabilitas selama atau setelah makan
  • Melengkungkan punggung mereka selama atau setelah menyusui
  • Penurunan berat badan atau pertumbuhan yang buruk
  • Batuk berulang atau pneumonia
  • Sulit tidur

Faktor Risiko GERD

Meskipun GERD dapat disebabkan oleh berbagai hal yang berbeda, pilihan kebiasaan makan yang buruk dan beberapa kondisi medis tertentu dapat membuat seseorang lebih berisiko tinggi untuk mendapatkan GERD.

Seseorang yang sering merokok, terlalu sering mengonsumsi porsi makanan yang besar, terus-menerus berbaring atau tidur segera setelah makan, atau meminum minuman tertentu (seperti soda atau alkohol) memiliki risiko GERD yang lebih tinggi.

Tidak hanya itu, seseorang juga berisiko mendapatkan GERD jika sedang hamil, hidup dengan obesitas, sedang menggunakan banyak obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), atau memiliki connective tissue disorder.

Pengobatan GERD

Untuk mengatasi dan meredakan gejala GERD, dokter mungkin menganjurkan untuk melakukan perubahan gaya hidup tertentu.

Selain itu, pengobatan dengan obat yang dijual bebas juga dapat meringankan GERD, seperti antasida. Namun, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan jenis obat yang cocok karena obat-obatan tersebut dapat menyebabkan efek samping.

Jika perubahan gaya hidup atau obat-obatan tersebut tidak membantu meringankan GERD, operasi mungkin akan menjadi solusinya.

Pencegahan GERD

Untuk mencegah terjadinya GERD, berikut 10 tips yang dapat dilakukan:

  • Mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat
  • Makan dalam porsi kecil tapi sering daripada dalam jumlah besar beberapa kali sehari
  • Kurangi lemak dengan mengurangi jumlah mentega, minyak, saus salad, saus, daging berlemak dan produk susu penuh lemak seperti krim asam, keju, dan susu murni
  • Duduk tegak saat makan dan tetap tegak (duduk atau berdiri) selama 45 hingga 60 menit sesudahnya
  • Hindari makan sebelum tidur. Tunggu setidaknya tiga jam setelah makan untuk pergi tidur
  • Usahakan untuk tidak memakai pakaian yang ketat di area perut.
  • Saat tidur, tinggikan kepala tempat tidur 15 sampai 20 cm dengan balok kayu di bawah tiang tempat tidur (jika tidak memungkinkan, gunakan bantal tambahan saat tidur)
  • Berhenti merokok
  • Pastikan untuk meminum obat penurun asam yang diresepkan sesuai petunjuk dokter
  • Kurangi makanan pemicu yang mungkin



Simak Video "Amankah Pengidap Asam Lambung Jalankan Puasa?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT