ADVERTISEMENT

Minggu, 05 Jun 2022 11:11 WIB

Mengenal Burnout, Stres Kerja Melulu Sampai Lupa Bahagia

Afif Ahmad Rifai - detikHealth
Frustrated and overworked businessman burying his head uner a laptop computer asking for help Kerja melulu sampai burnout (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Burnout merupakan salah satu jenis kelelahan yang berkaitan dengan pekerjaan. Kelelahan ini biasanya berkaitan dengan kelelahan secara fisik maupun emosional, sehingga akan berdampak pada hilangnya jati diri.

Burnout bukan merupakan bagian dari diagnosis medis. Para ahli mengatakan bahwa terdapat faktor lain yang berada di balik seseorang mengalami burnout, umumnya depresi.

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut beberapa hal yang berkaitan dengan burnout, seperti:

Gejala

Gejala dari burnout umumnya dapat dirasakan oleh masing-masing individu, seperti:

  • Menjadi sinis atau kritis ketika bekerja
  • Terasa sulit ketika akan memulai pekerjaan
  • Lebih mudah tersinggung dan tidak sabar kepada rekan kerja, klien, atau pelanggan
  • Merasa energi terus terkuras ketika memutuskan untuk produktif
  • Merasa kurang puas dan kecewa terhadap pencapaian pribadi
  • Menggunakan obat-obatan tertentu atau alkohol untuk membantu pekerjaan sehari-hari
  • Muncul beberapa masalah kesehatan, seperti sakit kepala, masalah perut, atau masalah lainnya

Penyebab

Burnout dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

1. Manajemen kurang baik

Ketidakmampuan manajemen yang baik, seperti mengatur jadwal, tugas, atau beban kerja dapat mengakibatkan kelelahan saat bekerja yang berujung pada burnout.

2. Tempat kerja yang disfungsional

Beberapa orang merasa tidak beruntung karena mendapatkan gangguan dari rekan kerja, atau atasan yang kurang baik dapat menjadi faktor peningkatan stres di tempat kerja.

3. Kurang dukungan

Kurangnya dukungan sosial dari orang terdekat, membuat seseorang merasa sendiri dan kesepian. Hal itu dapat membuat orang tersebut semakin tidak semangat menjalani hari.

4. Ketidakseimbangan waktu kerja

Jika seseorang bekerja dengan menghabiskan waktu begitu banyak sehingga kekurangan waktu istrihat, hal itu akan memicu stres dan mudah lelah. Hal ini juga mungkin berakibat pada kurangnya waktu bersama dengan keluarga, teman, atau pasangan.

NEXT: penanganan burnout.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Lelah Emosi Akibat Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT